Friday, September 30, 2011

Jus Wortel Mujarab Perangi Kolesterol Jahat

img
(Foto: thinkstock)



detikhealth.com, Wortel banyak mengandung nutrisi termasuk serat, vitamin A dan K, mangan, folat dan magnesium. Selain baik untuk mata, jus wortel juga mujarab memerangi kolesterol jahat dalam darah.

Wortel diketahui mengandung tinggi serat, vitamin, mineral dan nutrisi penting lainnya. Dalam secangkir wortel mentah cincang mengandung 50 kalori, 1 gram protein, 12 gram karbohidrat, 3,5 gram serat dan tidak ada lemak atau kolesterol.

Wortel juga merupakan sumber yang kaya antioksidan, dari beta-karoten hingga anthocyanindin. Kandungan nutrisi inilah yang membuat wortel memiliki efek menurunkan kolesterol LDL (low density lipoprotein) atau dikenal sebagai kolesterol jahat.

Para ilmuwan Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization di Australia menemukan bahwa pria perokok mengonsumsi jus wortel setiap hari selama tiga minggu dapat menurunkan oksidasi kolesterol jahat LDL. Penemuan ini telah dipublikasikan dalam Journal of American Dietetic Association, seperti dilansir Livestrong, Sabtu (1/10/2011).

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di University of Valladolid di Spanyol, wortel penuh dengan serat larut yang dapat mengurangi kolesterol LDL.

Kolesterol adalah lemak yang memainkan peran dalam mendukung membran sel dan sintesis hormon seperti testosteron dan estrogen. Low-density lipoprotein (LDL) adalah jenis kolesterol penting bagi kesehatan jaringan, tetapi dalam jumlah yang terlalu besar, dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, serangan jantung dan stroke.

Tubuh menghasilkan LDL untuk respons terhadap lemak jenuh dalam diet. Sedangkan high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik berfungsi untuk meningkatkan kesehatan jantung dengan membantu membersihkan dan mengeluarkan LDL dari darah. Tubuh membuat HDL dari makanan kaya lemak tak jenuh.

Menurut Mayo Clinic, kadar kolesterol LDL harus antara 100-129 mg/dL untuk kesehatan optimal.


sumber : www.detikhealth.com

Thursday, September 22, 2011

Mengapa Lapar Membuat Orang Cepat Marah?

Mengapa Lapar Membuat Orang Cepat Marah?
Foto:meteorlogicalphenemon.com

detikfood.com - Makan yang terlambat memberi rasa lapar yang berat. Dalam kondisi perut kosong orang menjadi mudah uring-uringan, tersinggung dan cepat marah. Ternyata hal ini karena ulah zat kimia di dalam otak. Bagaimana bisa terjadi?

'Orang lapar cepat marah' – demikian pendapat banyak orang. Ini bukan isapan jempol saja. Karena dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Cambridge University memberikan bukti secara ilmiah, hubungan antara rasa lapar dan rasa marah.

Menurut riset yang dilakukan oleh para peneliti Cambridge University, jika perut terasa lapar, serotonin, zat kimia yang ada di dalam otak akan memicu emosi yang tidak stabil termasuk rasa cemas, stres dan marah.

Naik turunnya serotonin mempengaruhi daerah di otak yang memudahkan orang mengatur kemarahan dan memicu sikap agresif saat marah. Penemuan ini didapat setelah melakukan riset pada sejumlah relawan. Mereka diberi makanan yang mempengaruhi kadar serotonin, seperti asam amino essensial tryptophan.

Dalam waktu tertentu makanan tersebut tidak diberikan dan reaksi para relawan direkam seperti marah, sedih juga ekspresi wajah mereka. Hasilnya menunjukkan mereka yang memiliki kadar serotonin rendah berkomunikasi dengan amygdala yaitu sistem yang mengontrol emosi pada otak.

Roset yang dipublikasikan di Biological Psychiatry Journal diharapkan bisa membantu menganalisa konsidi psikiatrik orang. 'Kami berharap riset kami akan membantu diagnosa untuk perawatan yang lebih baik bagi yang memerlukan,' demikian tutur Luca Passamonti, salah seorang peneliti.

Anda tak perlu cemas dengan kadar serotonin yang turun. Pastikan Anda makan makanan yang bisa memicu asupan kadar serotonin. Misalnya saja biji labu, walnut, alpukat, kurma, pisang, rolled oats. Atau makanlah makanan yang bisa memberi rasa kenyang lebih lama. Jangan biarkan rasa lapar berlangsung lama agar Anda tidak terpicu untuk marah atau uring-uringan.
Jakarta - Makan yang terlambat memberi rasa lapar yang berat. Dalam kondisi perut kosong orang menjadi mudah uring-uringan, tersinggung dan cepat marah. Ternyata hal ini karena ulah zat kimia di dalam otak. Bagaimana bisa terjadi?

'Orang lapar cepat marah' – demikian pendapat banyak orang. Ini bukan isapan jempol saja. Karena dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Cambridge University memberikan bukti secara ilmiah, hubungan antara rasa lapar dan rasa marah.

Menurut riset yang dilakukan oleh para peneliti Cambridge University, jika perut terasa lapar, serotonin, zat kimia yang ada di dalam otak akan memicu emosi yang tidak stabil termasuk rasa cemas, stres dan marah.

Naik turunnya serotonin mempengaruhi daerah di otak yang memudahkan orang mengatur kemarahan dan memicu sikap agresif saat marah. Penemuan ini didapat setelah melakukan riset pada sejumlah relawan. Mereka diberi makanan yang mempengaruhi kadar serotonin, seperti asam amino essensial tryptophan.

Dalam waktu tertentu makanan tersebut tidak diberikan dan reaksi para relawan direkam seperti marah, sedih juga ekspresi wajah mereka. Hasilnya menunjukkan mereka yang memiliki kadar serotonin rendah berkomunikasi dengan amygdala yaitu sistem yang mengontrol emosi pada otak.

Roset yang dipublikasikan di Biological Psychiatry Journal diharapkan bisa membantu menganalisa konsidi psikiatrik orang. 'Kami berharap riset kami akan membantu diagnosa untuk perawatan yang lebih baik bagi yang memerlukan,' demikian tutur Luca Passamonti, salah seorang peneliti.

Anda tak perlu cemas dengan kadar serotonin yang turun. Pastikan Anda makan makanan yang bisa memicu asupan kadar serotonin. Misalnya saja biji labu, walnut, alpukat, kurma, pisang, rolled oats. Atau makanlah makanan yang bisa memberi rasa kenyang lebih lama. Jangan biarkan rasa lapar berlangsung lama agar Anda tidak terpicu untuk marah atau uring-uringan.

sumber : www.detikfood.com