Showing posts with label gigi. Show all posts
Showing posts with label gigi. Show all posts

Wednesday, December 22, 2010

Herbal untuk Obati Gigi Sensitif

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Gigi sering terasa ngilu bisa pertanda Anda mengalami gigi sensitif. Hal ini tidak boleh diabaikan, gigi sensitif bisa menyebabkan gigi meradang, tak bisa dipulihkan dan akhirnya kematian gigi. Beberapa tanaman herbal dapat membantu mengatasinya.

Gigi sensitif merupakan istilah umum yang dipakai untuk menunjukkan adanya dentine hypersensitive (DH) yaitu terbukanya dentin akibat menipisnya email dan atau turunnya gusi.

Berbagai tumbuhan dapat berguna untuk gigi dan gusi. Herbal dapat membunuh atau menghambat bakteri berbahaya di dalam mulut yang menyebabkan plak terbentuk pada gigi dan mengarah pada perkembangan penyakit gusi, termasuk gigi sensitif.

Dilansir Livestrong, Rabu (22/12/2010), berikut beberapa herbal yang dapat membantu mengurangi gigi sensitif:

1. Teh hijau
Teh hijau dapat membantu mencegah kerusakan gigi dan radang gusi. Teh hijau mengandung senyawa yang dapat membantu menekan bakteri berbahaya di dalam mulut yang bertanggung jawab untuk pembentukan plak, yang menyebabkan kerusakan gigi, serta penyakit gusi atau radang gusi.

Teh hijau juga mengandung antioksidan yang dapat melindungi sel-sel dan jaringan mulut dari kerusakan akibat radikal bebas dan vitamin C yang melindungi gusi.

Berkumurkan dengan teh hijau menjelang tidur untuk mengurangi plak dan bakteri.

2. Nimba
Nimba adalah ramuan Ayurvedic antimikroba yang dapat memerangi plak gigi dan penyakit periodontal bila diterapkan pada gigi dan gusi. Menurut PeaceHealth.org, penggunaan 1 gr ekstrak daun nimba 2 kali per hari adalah pengobatan yang efektif untuk mencegah dan mengobati penyakit gigi dan gusi, yang juga menghilangkan sumber sensitivitas gigi.

3. Echinacea dan chamomile
Echinacea dan chamomile menawarkan anti-inflamasi dan antimikroba yang dapat membantu untuk mengobati radang gusi, serta gigi sensitif.

Percobaan klinis menemukan bahwa menggunakan obat kumur yang mengandung echinacea, mur, chamomile, sage, mint dan ratania lebih efektif daripada obat kumur komersial untuk mengurangi peradangan pada gusi karena gingivitis, serta membantu mengurangi sensitivitas gigi.

sumber : www.detikhealth.com

Wednesday, December 15, 2010

Mengatasi Gusi yang Sering Berdarah

Gusi berdarah sering diabaikan dan dianggap remeh oleh sebagian orang, padahal gusi yang sering berdarah bisa menyebabkan penyakit yang lebih serius. Segera atasi dan obati gusi yang berdarah.

Gusi berdarah biasanya disebabkan karena penghapusan plak gigi yang tidak benar pada garis gusi. Hal ini bisa menyebabkan gingivitis atau gusi meradang.

Jika plak tidak dihilangkan secara teratur atau dengan menyikat gigi, maka akan mengeras menjadi karang gigi, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan pendarahan atau bahkan lebih parah lagi menyebabkan penyakit rahang dan gusi yang dikenal sebagai periodontitis.

Dilansir Nlm.nih.gov, Rabu (15/12/2010), berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi gusi berdarah:

  1. Hindari penggunaan tembakau dan merokok yang dapat memperburuk gusi berdarah
  2. Kontrol perdarahan gusi dengan memberi tekanan langsung pada gusi dengan kain kasa yang direndam dalam air es
  3. Jika Anda telah didiagnosa kekurangan vitamin, maka segeralah cukupi kebutuhan vitamin.
  4. Batasi asupan gula. Kelebihan gula dalam makanan ringan, soda manis atau makanan olahan dapat menyebabkan kerusakan gigi dan memperparah pendarahan.
  5. Hindari obat pengecer darah seperti aspirin, kecuali dokter Anda merekomendasikannya.
  6. Makan banyak buah yang mengandung vitamin C dan juga makanan yang mengandung banyak kalsium. Kalsium dapat membantu dalam memperbaiki kerusakan gigi yang berkelanjutan karena cedera gusi.

Selain karang gigi, ada beberapa penyebab lain gusi berdarah antara lain:
  1. Infeksi bakteri, jamur atau virus.
  2. Adanya gangguang pendarahan lain
  3. Menyikat gigi terlalu keras
  4. Perubahan hormon selama kehamilan
  5. Idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP), yaitu penyakit darah yang tak cukup memiliki sel darah merah.
  6. Pemasangan gigi palsu yang tidak pas
  7. Flossing yang tidak sesuai
  8. Infeksi yang terjadi karena pada gigi dan gusi
  9. Leukemia
  10. Penggunaan pengencer darah
  11. Kekurangan vitamin K

Untuk menghindari gusi berdarah, sebaiknya mengunjungi dokter minimal 6 bulan sekali untuk menghilangkan plak, mengikat gigi dengan lembut dengan bulu sikat yang halus sehabis makan dan hindari penggunaan obat pencuci mulut yang mengandung alkohol karena dapat memperburuk masalah.

sumber detikhealth.com