Showing posts with label kacang dan selai kacang. Show all posts
Showing posts with label kacang dan selai kacang. Show all posts

Tuesday, June 21, 2011

Alpukat Bisa Jadi Pengganti Daging

Alpukat Bisa Jadi Pengganti Daging
Foto: burning-question.yumsugar.com


detikfood.com- Berhentinya pasokan sapi dari Australia bakal berimbas pada kurangnya persediaan daging sapi di pasaran. Ternyata banyak bahan makanan bisa dipilih sebagai pengganti protein daging. Lebih sehat dan murah lagi!

Untuk memenuhi sumber protein pada tubuh, tidak hanya dari protein hewani saja, tapi juga bisa dari protein nabati yang sama baiknya. Selain lebih murah, protein nabati juga tidak mengandung kolestrol dan lemak jenuh.

Daging merah memang sangat disarankan untuk memenuhi kebutuhan akan zat besi. Kekuangan gizi mikro ini akan menyebabkan penurunan kadar hemoglobin, yang disebut dengan anemia. Namun, jika terlalu banyak sumber protein hewani, tentu saja akan beresiko tinggi terhadap serangan jantung, kanker hingga stroke.

Agar tubuh tetap mendapatkan sumber protein yang sama baiknya dengan daging merah. Berikut beberapa sumber protein nabati yang dapat menggantikan sumber protein hewani :

Selai kacang
Dalam selai kacang mengandung 28% protein protein dan lemak tak jenuh yang bisa melindungi penyakit kardiovaskular atau pembuluh darah jantung. Kacang juga mengandung resveratrol, antioksidan yang sama pada anggur merah sehingga membuat jantung lebih sehat. Namun, kacang bukanlah protein lengkap.

Alpukat
Tidak seperti buah pada umumnya, alpukat mengandung protein, karbohidrat, dan omega 6 sehingga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam darah. Alpukat mengandung 2% protein lengkap serta serat yang baik untuk penceranaan. Makan 15 buah alpukat setara dengan protein satu potong ayam.

Nasi merah
Nasi merah kaya mineral dan serat yang bagus untuk menurunkan glikemik indeks. Makanan ini mengandung 2,5 % protein tidak lengkap. Jadi campurkan dengan sumber protein tidak lengkap lainnya untuk membuat asam amino.

Ubi
Ubi mengandung kalori yang rendah, namun kaya antioksidan seperti betanin yang mengandung sifat antiinflamasi dan meningkatkan kinerja hati. Ubi memiliki 3% protein lengkap yang dapat melengkapi protein lainnya. Enam potongan kecil ubi sama dengan satu potong ayam.

Buncis
Buncis memiliki lemak yang rendah dan tinggi protein, sehingga menjadi salah satu asupan yang baik untuk tubuh. Buncis dapat menjadi alternatif pengganti daging yang lebih murah. Buncis memiliki 23%
protein. Karena tiak lengkap, gabungkan dengan kacang lainnya, nasi, dan beberapa jenis bijian.

Gandum
Gandum hanya mememiliki protein lengkap di bawah 3%. Kaya akan betaglucan yang terbukti dapat mengurangi kadar kolesterol. Mangan, antioksidan dan sumber seleniumnya juga baik untuk tubuh. Gandum juga mengandung glikemik indeks yang rendah sehingga memberi rasa kenyang lebih
sumber : www.detikfood.com

Tuesday, January 11, 2011

Gula Bisa Mengatasi Cegukan

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Meski tidak berbahaya, cegukan sering membuat orang tidak nyaman. Terlebih lagi bila cegukan berlangsung lama hingga terkadang menjadi bahan ejekan bila mengeluarkan suara yang keras. Makanan tertentu dapat menghentikan cegukan seperti gula.

Cegukan secara medis dikenal sebagai singultus yakni kondisi diafragma yang mengejang di luar kemauan. Cegukan cenderung terjadi ketika tingkat karbondioksida dalam darah merosot terlalu rendah.

Selain itu, gas beracun, merokok, makanan dan minuman yang pedas juga terkadang menjadi pemicu cegukan. Begitu juga dengan makan-makanan yang dingin disambil dengan menyantap makanan panas.

Cegukan juga menjadi cara tubuh memberitahukan bahwa Anda makan atau minum terlalu banyak. Para ilmuwan juga menilai cegukan adalah refleks yang mencegah Anda tersedak makanan atau minuman.

Cegukan juga disebabkan oleh iritasi saraf frenikus yang merupakan saraf motor ke diafragma yang membantu mengendalikan proses bernafas.

Stres atau emosi yang tinggi juga terkadang memicu cegukan. Bisa juga pertanda di telinga Anda terdapat benda asing. Cegukan yang panjang bisa membuat seseorang pingsan yang disebabkan oleh masalah irama jantungnya. Selain itu sepertiga pasien kemoterapi juga mengeluh cegukan terus menerus.

Dilansir Livestrong, Rabu (12/1/2011), berikut beberapa makanan yang bisa membantu menghentikan cegukan:

1. Gula

Menelan 1 sendok teh gula pasir kering, dapat membantu untuk menyembuhkan cegukan. Hal ini bekerja karena menelan bubuk butiran gula yang lengket dapat mengubah irama pernapasan, sehingga dapat bekerja menghentikan cegukan. Cegukan juga dapat berhenti karena adanya sensasi manis yang dirasakan ujung saraf di mulut, terutama pada bagian belakang lidah yang peka terhadap rasa asam.

2. Selai kacang
Satu sendok makan selai kacang juga bisa menyembuhkan cegukan. Alasannya sama, yaitu karena selai kacang yang begitu lengket sehingga bisa mengubah irama napas.

3. Jeruk nipis
Mengunyah seiris lemon segar dapat mengganggu pola impuls saraf vagus, yang dapat menghentikan cegukan. Selain menguyah, variasi juga bisa dilakukan pada irisan jeruk nipis, seperti mengisap seiris asinan jeruk nipis atau memakannya.

4. Air
Cukup minum segelas air dapat membantu menghentikan cegukan. Menelan air dapat mengganggu siklus cegukan dan menenangkan saraf. Berkumur dengan air juga dapat menyembuhkan cegukan.

sumber : www.detikhealth.com

Saturday, December 11, 2010

Kuaci Bisa Pertajam Daya Ingat


Kuaci Bisa Pertajam Daya Ingat
Foto: javana80.files.wordpress.com
Jakarta - Sering lupa menaruh kunci, lupa membawa telepon atau lupa nama seseorang? Pelupa bukan hanya urusan usia tetapi juga berkaitan dengan makanan. Ada banyak jenis makanan yang bisa mempertajam daya ingat Anda.

Menurunnya daya ingat ternyata bukan semata-mata karena faktor umur. Mereka yang berusia 25-30 tahun pun kini sudah mengalami penurunan daya ingat. Jenis makanan yang dimakan juga turun berperan dalam kinerja syaraf otak.

Nah, untuk memperkuat daya ingat ada baiknya Anda mengkonsumsi beberapa makanan berikut ini:

Olive Oil
Olive oil seringkali digunakan sebagai dressing (saus salad). Minyak ini mengandung vitamin E yang tinggi dan merupakan antioksidan yang potensial untuk menjaga syaraf otak agar tetap bekerja secara baik.

Ikan
Jenis ikan seperti mackarel, tuna, salmon, dan jenis ikan laut lainnya adalah sumber asam lemak omega3 yang sangat dibutuhkan oleh otak. Selain asam lemak omega-3, ikan-ikan ini juga mengandung docosahexaenoic acid (DHA) yang bagus untuk syaraf otak dan mengasah saya ingat lebih tajam.

Sayuran Hijau
Sayuran hijau seperti brokoli dan bayam mengandung asam folat dan vitamin E. Folat menjaga agar otak tetap dalam keadaan siaga.

Alpukat
Alpukat yang rasanya gurih segar ini ternyata kaya akan antioksidan vitamin E. Antioksidan vitamin E ini layaknya antioksidan pada vitamin C dapat mencegah resiko Alzheimer atau penurunan daya ingat.

Kuaci
Kuaci yang berasal dari biji bunga matahari mengandung vitamin E yang cukup tinggi. Satu ons kuaci mengandung 30% vitamin E yang direkomendasikan dalam satu hari. Kuaci enak disantap sebagai camilan ringan, atau ditaburkan di atas salad.

Kacang dan Selai Kacang
Baik kacang atau pun selai kacang, memang mengandung lemak. Tapi tak perlu khawatir, karena lemak ini justru baik untuk tubuh. Selain itu, kacang juga menjadi sumber vitamin E yang sangat tinggi. Kacang-kacangan menjaga tubuh tidak hanya dari serangan jantung tapi juga baik untuk sistem kerja otak.

Wine
Banyak penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mengkonsumsi red wine memiliki penurunan resiko  terkena penurunan daya ingat atau Alzheimer. Tapi tentu saja, hal ini harus dibarengi dengan gaya hidup sehat agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Berries
Sudah tidak diragukan lagi, kalau buah yang termasuk ke dalam jenis berrie sangatlah baik untuk tubuh. Karena kandungan antioksidannya yang tinggi menjaga tubuh dari radikal bebas. Buah berrie juga menjaga otak dari racun yang mungkin di dapat dari lingkungan ataupun makanan, sehingga dapat mencegah terjadinya penurunan daya ingat.

Gandum
Jenis biji-bijian seperti gandum mengandung serat yang baik untuk pencernaan. Serat lainnya yang didapat dari kacang-kacangan, sayuran, dan juga buah tak kalah baiknya. Penelitian di Columbia University Medical Center di New York City menunjukkan bahwa orang yang melakukan diet dengan gandum ataupun oatmeal, memiliki resiko lebih rendah dari penurunan kognitif ringan yang dapat berkembang menjadi penyakit Alzheimer.

Olahraga
Mengkonsumsi banyak makanan sehat, melakukan berbagai macam diet namun jika  tidak melakukan olahraga maka akan sia-sia. Olah raga yang teratur seperti jogging, bersepeda, ataupun yoga akan membantu tubuh  tetap sehat dan  terhindar dari resiko penyakit Alzheimer.

sumber : detikfood.com