Showing posts with label makan. Show all posts
Showing posts with label makan. Show all posts

Thursday, September 22, 2011

Mengapa Lapar Membuat Orang Cepat Marah?

Mengapa Lapar Membuat Orang Cepat Marah?
Foto:meteorlogicalphenemon.com

detikfood.com - Makan yang terlambat memberi rasa lapar yang berat. Dalam kondisi perut kosong orang menjadi mudah uring-uringan, tersinggung dan cepat marah. Ternyata hal ini karena ulah zat kimia di dalam otak. Bagaimana bisa terjadi?

'Orang lapar cepat marah' – demikian pendapat banyak orang. Ini bukan isapan jempol saja. Karena dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Cambridge University memberikan bukti secara ilmiah, hubungan antara rasa lapar dan rasa marah.

Menurut riset yang dilakukan oleh para peneliti Cambridge University, jika perut terasa lapar, serotonin, zat kimia yang ada di dalam otak akan memicu emosi yang tidak stabil termasuk rasa cemas, stres dan marah.

Naik turunnya serotonin mempengaruhi daerah di otak yang memudahkan orang mengatur kemarahan dan memicu sikap agresif saat marah. Penemuan ini didapat setelah melakukan riset pada sejumlah relawan. Mereka diberi makanan yang mempengaruhi kadar serotonin, seperti asam amino essensial tryptophan.

Dalam waktu tertentu makanan tersebut tidak diberikan dan reaksi para relawan direkam seperti marah, sedih juga ekspresi wajah mereka. Hasilnya menunjukkan mereka yang memiliki kadar serotonin rendah berkomunikasi dengan amygdala yaitu sistem yang mengontrol emosi pada otak.

Roset yang dipublikasikan di Biological Psychiatry Journal diharapkan bisa membantu menganalisa konsidi psikiatrik orang. 'Kami berharap riset kami akan membantu diagnosa untuk perawatan yang lebih baik bagi yang memerlukan,' demikian tutur Luca Passamonti, salah seorang peneliti.

Anda tak perlu cemas dengan kadar serotonin yang turun. Pastikan Anda makan makanan yang bisa memicu asupan kadar serotonin. Misalnya saja biji labu, walnut, alpukat, kurma, pisang, rolled oats. Atau makanlah makanan yang bisa memberi rasa kenyang lebih lama. Jangan biarkan rasa lapar berlangsung lama agar Anda tidak terpicu untuk marah atau uring-uringan.
Jakarta - Makan yang terlambat memberi rasa lapar yang berat. Dalam kondisi perut kosong orang menjadi mudah uring-uringan, tersinggung dan cepat marah. Ternyata hal ini karena ulah zat kimia di dalam otak. Bagaimana bisa terjadi?

'Orang lapar cepat marah' – demikian pendapat banyak orang. Ini bukan isapan jempol saja. Karena dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Cambridge University memberikan bukti secara ilmiah, hubungan antara rasa lapar dan rasa marah.

Menurut riset yang dilakukan oleh para peneliti Cambridge University, jika perut terasa lapar, serotonin, zat kimia yang ada di dalam otak akan memicu emosi yang tidak stabil termasuk rasa cemas, stres dan marah.

Naik turunnya serotonin mempengaruhi daerah di otak yang memudahkan orang mengatur kemarahan dan memicu sikap agresif saat marah. Penemuan ini didapat setelah melakukan riset pada sejumlah relawan. Mereka diberi makanan yang mempengaruhi kadar serotonin, seperti asam amino essensial tryptophan.

Dalam waktu tertentu makanan tersebut tidak diberikan dan reaksi para relawan direkam seperti marah, sedih juga ekspresi wajah mereka. Hasilnya menunjukkan mereka yang memiliki kadar serotonin rendah berkomunikasi dengan amygdala yaitu sistem yang mengontrol emosi pada otak.

Roset yang dipublikasikan di Biological Psychiatry Journal diharapkan bisa membantu menganalisa konsidi psikiatrik orang. 'Kami berharap riset kami akan membantu diagnosa untuk perawatan yang lebih baik bagi yang memerlukan,' demikian tutur Luca Passamonti, salah seorang peneliti.

Anda tak perlu cemas dengan kadar serotonin yang turun. Pastikan Anda makan makanan yang bisa memicu asupan kadar serotonin. Misalnya saja biji labu, walnut, alpukat, kurma, pisang, rolled oats. Atau makanlah makanan yang bisa memberi rasa kenyang lebih lama. Jangan biarkan rasa lapar berlangsung lama agar Anda tidak terpicu untuk marah atau uring-uringan.

sumber : www.detikfood.com

Friday, April 15, 2011

Makan Tak Teratur Bikin Tubuh Melar

Makan Tak Teratur Bikin Tubuh Melar
Foto :hellobeautiful.com


detikfood.com - Sudah berusaha mengurangi makan tetapi tubuh masih juga melar? Bisa saja hal ini dipicu kebiasaan makan asal makan tanpa aturan jam makan. Ternyata, jam makan sangat berbubungan erat dengan berat badan. Jadi ada baiknya mulailah mengatur jam makan lebih tertib!

Kesibukan kerja sering membuat orang melupakan jam makan. Makan sambil bekerja atau makan setelah larut malam atau makan asal kenyang. Cara makan yang sembarangan ini ternyata turut mempengaruhi pencapaian berat badan ideal.

Inilah yang dibuktikan oleh riset yang dilakukan Northwestern University. Mereka menemukan bahwa makan sembarangan berpengaruh pada berat badan. Misalnya, makan saat tengah malam menjelang tidur, tubuh perlu istirahat akan mengacaukan metabolisme tubuh yang berakibat pada kenaikan berat badan. 

Soal seseorang mencapai berat badannya merupakan hal yang cukup rumit. 'Tetapi masalahnya bukan hanya soal kalori yang masuk dan keluar saja,'  jelas Fred Turek, Professor di Weinberg College of Arts and Sciences dan direktur Center for Sleep and Circadian Biology.

Turek menduga ada faktor jam biologis tubuh yang ikut berpengaruh pada berat badan.  'Makan teratur memang menuntut perubahan kebiasaan, tetapi bisa membuat berat badan terkendali,' demikian tegas Turek.

Riset memperlihatkan bahwa makan tak teratur bisa langsung mempengaruhi berat badan. Seperti yang diamati pada tikus yang diberi makanan tinggi lemak  pada jam tidur terbukti  berat badannya meningkat  hingga 48 %. Sebaliknya  tikus yang makanan yang sama tetapi pada jam makan yang teratur berat badannya stabil.


'Salah satu yang menjadi perhatian riset kami adalah para pekerja shift, yang cenderung kelebihan berat badan. Jadwal kerja memaksa mereka makan pada jam yang bertentangan dengan jam  tubuh alaminya. Kami terus melakukan pendalaman pada riset ini', kata  Deanna M. Arble, seorang doktor yang terlibat pada penelitian Turek. Inilah sedikit bukti bahwa makan tak teratur akan berakibat pada kenaikan berat badan.

Jadi buat mereka yang ingin tetap ramping dan menjaga berat badan, sebaiknya mulailah makan teratur. Makan pada waktu makan dengan porsi tak berlebihan akan menjaga berat badan tetap stabil
sumber : www.detikfood.com

Thursday, December 30, 2010

Makanan Pemasok Energi Sepanjang Hari


Makanan Pemasok Energi Sepanjang Hari
Foto: wln/detikfood
Jakarta - Sering merasa letih padahal baru beraktivitas 1-2 jam? Mungkin pilihan makanan Anda kurang tepat. Padahal dengan sedikit kecermatan, makanan yang bisa memasok energi sepanjang hari bisa dikonsumsi. Caranyapun gampang, simak yuk!

Tak dapat dipungkiri, setiap asupan makanan akan mempengaruhi stok energi yang tersimpan di daalam tubuh. Tetapi pemilihan makanan yang tepat tidak hanya memberikan Anda energi seharian tapi juga mengurangi rasa lelah Anda. Menurut Julia VanTine dan Debra L. Gordon yang  mengeksplorasi hubungan antara makanan dan energi dalam buku mereka "Maksimum Makanan Power untuk Perempuan", caranya mudah.  Disiplin dengan waktu makan dan tepat mengkonsumsi jenis makanan akan memberi rasa kenyang dan berenergi sepanjang hari.

Saat merasa lelah dan jenuh, kadang tanpa sadar kita mencari pelarian dengan makanan atau minuman yang manis seperti soda, permen, dan juga kue-kue. Padahal karbohidrat sederhana yang terdapat dalam makanan manis paling mudah rusak, dan tidak akan menghasilkan energi yang maksimal.

Kalori yang dibutuhkan dalam sehari kurang lebih 2000 kalori. Jika pilihan makanan  tepat, kebutuhan kalori harian itu bisa  dipenuhi tanpa bingung memilih makanan. Asupan kalori  bisa dibagi misalnya untuk sarapan, makan siang dan makan malam sebaiknya tidak lebih dari 500 kalori. Sedangkan untuk camilan di antara sarapan dan makan siang, ataupun dengan makan malam sebaiknya 250 kalori. Jika kurang tinggal menyesuaikan saja.

Berikut ini adalah beberapa tips makanan yang menghasilkan energi menurut VanTine and Gordon:

Sarapan
Vitamin dan mineral sangat penting untuk membantu mengolah energi, jika asupan vitamin atau mineral kurang, maka akan mudah merasa lelah dan lesu. Memulai hari dengan vitamin C yang cukup sangat membantu menghasilkan energi. Cobalah meminum segelas jus jeruk setiap pagi. Jauhi sarapan manis seperti pancake, donat dengan topping gula, dan sejenisnya.

Mengumpulkan sarapan seimbang yang mengandung protein, serat dan susu, seperti semangkuk sereal, atau oatmeal dengan susu skim.

Selingan Pagi
Camilan ringan diantara waktu sarapan dengan makan siang sebaiknya memilih yang mengandung protein dan sedikit karbohidrat, seperti biskuit gandum atau roti dengan selai kacang alam, atau potongan apel cincang dengan keju cottage rendah lemak.

Makan siang
Jenis makanan yang mengandung karbohidrat olahan seperti pasta, dapat menyebabkan rasa lemas di sore hari. Sebaiknya fokus pada protein dan karbohidrat kompleks seperti  gandum utuh. Jika  suka sandwich atau burger, pilih dengan isi tuna atau burger kalkun yang menggunakan roti gandum. Jangan lupakan selalu ,menyelipkan sayuran seperti salad.

Selingan Sore
Camilan untuk sore hari berisi beberapa karbohidrat dan protein dan juga beberapa lemak. Coba saja dengan biskuit gandum dengan keju atau ayam panggang. Pastikan minum banyak air sepanjang hari karena dehidrasi bisa menyebabkan kelelahan.

Makan malam
Zat besi merupakan mineral penting untuk menghasilkan energi tinggi, tugasnya adalah membawa oksigen melalui sel darah merah ke mana pun tubuh Anda membutuhkannya. Buncis, lentil, daging sapi dan bayam merupakan sumber zat besi. Pastikan menu makan malam mengandung beberapa jenis makanan tersebut.

sumber : www.detikfood.com