Showing posts with label kafein. Show all posts
Showing posts with label kafein. Show all posts

Friday, March 18, 2011

Makan Ikan Otak Lebih Sehat

Makan Ikan Otak Lebih Sehat
Foto: www.webmd.com 
detikfood.com - Siapa bilang otak tak perlu makan? Otak yang sehat akan berdampak baik untuk aktivitas sehari-hari. Membantu untuk lebih fokus dan berkonsentrasi dalam melakukan sesuatu. Makanan apa saja sih yang bisa membantu otak lebih aktif?

Kemampuan mengingat menurun? Atau sering tidak fokus mengerjakan sesuatu? Hal ini bisa disebabkan karena otak tidak mendapatkan 'makanan' yang sesuai. Tidak hanya tubuh yang memerlukan nutrisi, tapi otak sebagai pusat kegiatan pun memerlukan makanan yang bisa memaksimalkan kerja otak itu sendiri.

'Makanan' otak tidak lah sulit, bahkan yang berasal dari makanan alami pun mudah didapat, diantaranya:

1. Kafein
Tidak selamanya meminum kopi atau teh buruk untuk tubuh. Selama jumlah yang dikonsumsi tidak berlebihan tentunya akan membawa manfaat untuk tubuh Anda. Kafein yang terkandung di dalam kopi ataupun teh bisa membuat Anda berkonsentrasi dan
fokus. Otak Anda akan berada dalam posisi 'terjaga' setelah meminumnya.

2. Gula Meningkatkan Waspada
Gula yang dimaksud bukanlah gula yang biasa Anda tambahkan ke dalam minuman atau makanan, melainkan glukosa yang Anda dapat dari makanan. Gula yang berasal dari karbohidrat ataupun buah-buahan. Makanan manis inibisa memicu memori jangka pendek dan proses berpikir spontan Anda.

3. Sarapan sebagai Bahan Bakar Otak
Sering melewatkan sarapan? Mulai rubah kebiasaan itu. Sarapan dapat meningkatkan daya ingat jangka pendek dan juga membuat Anda dalam keadaan fokus. Pastikan anak Anda tidak pernah melewatkan sarapan meskipun hanya setangkup roti dan segelas
susu. Agar si kecil fokus saat belajar di sekolah. Sarapan tidak perlu banyak namun sebaiknya mengandung protein yang cukup.

4. Ikan
Ikan merupakan sumber protein hewani yang paling tinggi. Ikan jenis salmon dan tuna mengandung asam lemak omega-3 yang penting untuk proses pertumbuhan dan melindungi perkembangan otak. ASam lemak omega-3 juga menurunkan resiko terkena dementia dan penurunan mental. Mengkonsumsi banyak ikan sejak kecil mengurangiresiko kepikunan di usia lanjut.

5. Kacang dan Cokelat

Konsumsi sedikit cokelat dan kacang setiap hari sangat dianjurkan. Karena bisa memenuhi kebutuhan vitamin E serta antioksidan yangdiperlukan oleh tubuh. Vitamin E yang cukup bisa mencegah terjadinya penurunan kognitif yang berkaitan dengan bertambahnya usia.

6. Blueberry

Seperti yang telah dilansir webMD, blueberry mampu melindungi otak dari stres oksidatif dan mengurangi efek dari kondisi yangberkaitan dengan penyakit usia seperti Alzheimer dan juga dementia.

Makanan-makanan yang disebutkan sebelumnya tidak akan maksimal jika pola hidup yang Anda terapkan masih saja berantakan. Waktu tidur yang cukup akan memberikan otak Anda waktu untuk beristirahat agar siap memulai aktivitas esok hari. Dan olah raga yang teratur bisa membuat Anda lebih rileks dan suplai oksigen ke otak pun akan cukup.
sumber : www.detikfood.com

Friday, January 7, 2011

2 Penyakit Mata Akibat Kebanyakan Minum Kafein

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Kopi atau minuman berkafein lainnya sering dijadikan sebagai ramuan mujarab untuk mengusir rasa kantuk agar mata tetap melek. Tapi sebaiknya batasi konsumsi kafein Anda, karena sering minum kafein justru bisa membahayakan mata.

Kafein adalah stimulan yang mempengaruhi sistem saraf pusat. Bagi orang yang tidak kuat, kafein bisa menyebabkan perubahan dalam detak jantung, kecemasan dan sakit perut.

Banyak jenis makanan dan minuman yang mengandung kafein, misalnya kopi, soda berkafein, teh dan coklat. Beberapa obat juga mengandung kafein, seperti obat sakit tertentu atau obat bantu diet.

Tapi sebaiknya perhatikan jumlah kafein yang Anda konsumsi. Jika Anda mengonsumsi banyak kafein setiap hari bisa membahayakan kesehatan, termasuk kesehatan mata.

Dilansir Livestrong, Jumat (7/1/2011), ada 2 penyakit mata yang berbahaya akibat kebanyakan minum kafein:

1. Glaukoma (tekanan bola mata yang meningkat dan bisa akibatkan buta)
Menurut laporan Glaukoma Research Foundation, mengonsumsi kafein dalam waktu singkat dapat menyebabkan peningkatan tekanan intraokular pada mata. Peningkatan tekanan ini dapat bertahan hingga tiga jam sebelum akhirnya kembali normal.

Orang biasanya tidak akan melihat perubahan pada tekanan mata tersebut, karena biasanya fluktuasi tidak menyebabkan gejala luar.

Hal ini tidak terlalu berbahaya bila Anda mengonsumsi kafein dalam batas normal atau hanya sesekali. Tapi bila Anda memasukkan kafein dalam jumlah besar ke tubuh, hal tersebut bisa menyebabkan glaukoma, yaitu kerusakan penglihatan yang biasanya disebabkan oleh meningkatnya tekanan bola mata.

Bila tidak segera ditangani dan Anda terus mengonsumsi kafein, glaukoma bisa membahayakan penglihatan hingga menyebabkan kebutaan.

2. Kelopak mata kejang
Konsumsi kafein juga dapat menyebabkan kelopak mata berkedut. Kondisi ini biasanya tidak menunjukkan kondisi mata yang serius, tapi itu hanya mungkin terjadi karena adanya efek stimulan dari kafein.

Kelopak mata berkedut sering menyebabkan kejang otot periodik di atas atau bawah kelopak mata. Kedutan ini dapat menyebabkan frustrasi dan orang bisa merasakan kontraksi.

Kedutan ini bukan merupakan efek permanen pada mata atau penglihatan. Setelah Anda mengurangi asupan kafein dan efek stimulan, kelopak mata akan kembali ke fungsi normal.
sumber : www.detikhealth.com