Showing posts with label alergi. Show all posts
Showing posts with label alergi. Show all posts

Wednesday, June 5, 2013

Khasiat dari Tanaman Lempuyang

Khasiat Lempuyang sangatlah banyak.Jika anda belum tahu apa saja manfaat dari tanaman ini, silahkan simak apa saja yang terkandung dalam Lempuyang dan apa saja manfaatnya.

Pertama Lempuyang mempunnyai nama Ilmiah : Z. amaricans (lempuyang yang pahit) dan Zingiber spp., Z. aromaticum (lempuyang yang wangi).

Nama Lain dari Lempuyang : Lempuyang, Rempuyang,Lampuyang.
Tanaman Lempuyang


Adapun Ciri-Ciri Lempuyang :
Daun Lempuyang : Berbentuk bulat memanjang, pangkal mengecil dan ujungnya runcing .
Batang Lempuyang : Merupakan batang semu, terdiri dari helaian kelopak daun yang saling membungkus.
Bunga Lempuyang : Muncul dari umbi batang, berbonggol dibagian atas.
Rimpang Lempuyang : Berukuran besar, daging berwarna kuning pucat, rasa lempuyang wangi tajam dan berbau harum, rasa lempuyang pahit tajam dan pahit dilidah dengan bau yang tidak kuat.
Tempat Tumbuh Lempuyang : Tanaman ini dulu banyak tumbuh liar, tempat yang disukainya dengan ketinggia antara 0-1200 meter dpl.
Pengembangbiakan Lempuyang : Lempuyang termasuk kerabat tanaman berimpang lainnya dapat diperbanyak dengan rimpangnya. Rimpang yang cukup tua ditumbuhkan dahulu akar dan tunasnya, baru dipindah di kebun. Selain itu perbanyakan dapat dilakukan dengan pemisahan anakan.

Kandungan dalam Lempuyang :
Minyak atsiri berupa limonen dan zerumbon ( zat anti kejang ).

Khasiat dari Lempuyang :

Dapat Mengobati Rematik
Caranya : Rimpang lempuyang wangi dikupas, kemudian dicampur cabe jawa, lumatkan, dan ditambah nasi kering, ramuan itu ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit.

Sebagai Obat Penambah Darah
Caranya : Rimpang Lempuyang wangi diparut, kemudian dicampur dengan gula jawa, rebus dengan air secukupnya. Minum Airnya sehari 3X sebanyak 1 sendok makan.

Dapat Membantu Menambah Nafsu Makan
Caranya : Rimpang lempuyang pahit sebanyak 150 gr dicuci hingga bersih, kemudian parut hingga halus, rebuslah parutan ini dengan kurangg lebih 2500 cc air hingga airnya tinggal separuhnya. Untuk menghilangkan rasa pahit tambahkan gula merah 40-50 gr, sebelum diminum saring terlebih dahulu lalu diminum, air ini diminum 3X sehari cukup 1 sendok makan.

Dapat Mengobati Kaki Encok

Caranya : Rimpang lempuyang pahit ditumbuk lalu dicampur dengan minyak kelapa dan abu dapur, ramuan ini juga bermanfaat untuk mengobati bengkak-bengkak di bagian badan tertentu.yaitu dengan cara di oleskan tumbukan pada bagian yang bengkak atau sakit.

Dapat Mengobati Batuk Rejan
Caranya : Rimpang lempuyang pahit dicampur kayu manis cina dan bawang merah yang telah dipanggang sebelumnya. Campuran tersebut kemudian ditumbuk dan diperas, lalu di minum hasil perasannya.

Dapat Mengobati Gatal Akibat Ikan Laut dan Alergi Udang
Caranya :  Iris kecil tipis-tipis rimpang lempuyang, lalu diseduh seperti teh dan minumlah setiap hari hingga gejala alergi dan gatal hilang.

Itulah sedikit mengenai Khasiat,kandungan dan manfaat dari Tanaman Lempuyang

Wednesday, April 27, 2011

Tanda-tanda Anak Kena Alergi Susu Sapi

img
(Foto: thinkstock)



detikhealth.com, Orangtua kadang tidak menyadari jika anaknya mengalami alergi susu sapi. Untuk itu kenali tanda yang muncul, salah satunya adalah anak memilki feses yang bercampur lendir darah.

Alergi susu sapi biasanya terjadi pada bayi yang diberikan susu formula dan memiliki bakat alergi yang diturunkan oleh salah satu atau kedua orangtuanya. Hal ini karena masalah alergi dipengaruhi oleh genetik, lingkungan dan imunologi.

"Bayi kecil yang mengalami diare ada darahnya, bisa jadi itu akibat alergi susu sapi," ujar Dr dr Zakiudin Munasir, SpA(K) dalam acara media edukasi 'Alergi Susu Sapi Bukan Penghalang Pertumbuhan Anak' di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (27/4/2011).

Dr Zakiudin menuturkan paling sering mengalami masalah di saluran cerna serta kulit. Gejala klinis lain yang muncul seperti bengkak dan gatal di bibir sampai lidah, nyeri dan kejang perut, muntah sampai diare berat yang disertai berdarah. Bisa juga mengenai saluran pernapasan seperti batuk pilek berulang, sesak napas dan asma.

Alergi susu sapi pada anak sebenarnya bisa terjadi karena ia sensitif terhadap komponen protein susu (paling sering akibat beta-lactoglobulin) atau pada proses pembuatan susu, sehingga komponen protein ini akan bereaksi dengan antibodi tubuh yang memicu terbentuknya immunoglobulin E (IgE).

"Jika diminum 1-2 kali biasanya belum bereaksi, dan alergi ini paling cepat diketahui setelah seminggu," ujar dokter yang menjabat sebagai Ketua divisi Alergi-Imunologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM.

Dr Zakiudin menuturkan cobalah untuk menghentikan pemberian susu sapi atau segala produk yang mengandung susu sapi selama 2 minggu dan gejalanya hilang, lalu cobalah berikan kembali. Jika gejala alergi muncul maka bisa jadi susu sapi itulah pencetusnya.

Namun pada bayi biasanya dengan melakukan pengujian lewat darah untuk mengetahui apakah hasilnya positif atau tidak. Sedangkan uji alergi pada kulit biasanya dilakukan pada anak diatas 3 tahun.

"Memberikan ASI secara tidak eksklusif atau tidak sampai 6 bulan juga bisa meningkatkan risiko alergi pada anak," ujar dokter kelahiran Mojokerto 57 tahun silam.

Jika anak positif mengalami alergi terhadap susu sapi, bukan berarti menghalangi pertumbuhan dan perkembangannya. Karena ada beberapa alternatif pengganti susu pada anak yaitu:


  1. Susu hipoalergenik, yaitu susu sapi yang sudah diproses hidrolisis parsial yang digunakan untuk pencegahan.
  2. Susu hidrolisis ekstensif, yaitu susu sapi yang sudah diproses hidrolisis sempurna dan digunakan untuk anak yang sudah alergi susu sapi.
  3. Formula kedelai (soy formula), yaitu susu yang berasal dari kacang kedelai dan digunakan untuk anak yang sudah alergi susu sapi.

"Umumnya bayi tidak suka susu hidrolisis ekstensif karena rasanya tidak enak atau pahit, jadi biasanya orangtua lebih memilih memberikan soy formula yang rasanya lebih enak dan harganya lebih murah," ujat Dr Zakiudin.

Dr Zakiudin juga mengungkapkan bahwa biasanya saat usia 3 tahun alergi ini akan hilang sendiri seiring semakin matangnya sistem pencernaan anak dan umumnya tidak seumur hidup.
sumber : www.detikhealth.com