Showing posts with label koleaterol. Show all posts
Showing posts with label koleaterol. Show all posts

Sunday, October 30, 2011

Turunkan Kadar Kolesterol dengan Makanan

Turunkan Kadar Kolesterol dengan Makanan
Foto : christmasstockimages.comdetikfood.com
detikfood.com- Kolestrol darah tinggi? Jangan minum obat penurun kolesterol karena obat ini bisa membuat energi terkuras dan kehidupan seks terganggu. Cobalah lebih cermat memilih makanan yang bisa menurunkan kadar kolesterol.

Kolestrol darah yang tinggi merupakan pemicu utama penyakit jantung. Sebab, kolesterol berlebih pada aliran darah bisa membentuk plak di dinding arteri jantung. Plak ini akan membuat arteri semakin tebal, keras dan kurang fleksibel. Akibatnya aliran darah ke jantung terhambat dan memicu serangan jantung.

Makanan makanan manis dan makanan berlemak mengandung kalori tinggi yang bisa memicu naiknya kolesterol darah. . Agar kolestrol terkendali, cobalah memperbanyak makan sayur, buah, kacang dan biji-bijian.

Riset yang melibatkan 345 partisipan dengan memiliki kadar kolestrol tinggi. Mereka diberi diet vegetarian selama 6 bulan. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, kelompok dengan diet rendah lemak jenuh diberikan asupan sejumlah sayur mayur dan susu rendah lemak dalam makanan.

Kelompok kedua oleh ahli gizi diberi makanan yang bisa menurunkan kolestrol darah. Seperti protein kedelai, kacang-kacangan, gandum, polong-polongan dan buncis. Semua jenis kacang dan bii-bijian ini dimakan setiap hari secara teratur.

Hasilnya, mereka yang banyak makan jenis kacang dan biji-bijian secara rutin, kadar kolestrolnya turun tiga kali lebih banyak dibanding mereka yang melakukan diet rendah lemak jenuh saja.

Studi yang dipublikasikan di American Medical Association ini, menyebutkan mereka yang menerapkan kedua jenis diet ini memiliki hasil yang lebih baik, dibandingkan harus mengkonsumsi obat-obatan penurun kolesterol. Obat penurun kadar kolesterol darah jika diminum secara rutin bisa berdampak pada turunnya libido hingga disfungsi ereksi pada pria.
sumber : www.detikfood.com

Friday, September 30, 2011

Jus Wortel Mujarab Perangi Kolesterol Jahat

img
(Foto: thinkstock)



detikhealth.com, Wortel banyak mengandung nutrisi termasuk serat, vitamin A dan K, mangan, folat dan magnesium. Selain baik untuk mata, jus wortel juga mujarab memerangi kolesterol jahat dalam darah.

Wortel diketahui mengandung tinggi serat, vitamin, mineral dan nutrisi penting lainnya. Dalam secangkir wortel mentah cincang mengandung 50 kalori, 1 gram protein, 12 gram karbohidrat, 3,5 gram serat dan tidak ada lemak atau kolesterol.

Wortel juga merupakan sumber yang kaya antioksidan, dari beta-karoten hingga anthocyanindin. Kandungan nutrisi inilah yang membuat wortel memiliki efek menurunkan kolesterol LDL (low density lipoprotein) atau dikenal sebagai kolesterol jahat.

Para ilmuwan Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization di Australia menemukan bahwa pria perokok mengonsumsi jus wortel setiap hari selama tiga minggu dapat menurunkan oksidasi kolesterol jahat LDL. Penemuan ini telah dipublikasikan dalam Journal of American Dietetic Association, seperti dilansir Livestrong, Sabtu (1/10/2011).

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di University of Valladolid di Spanyol, wortel penuh dengan serat larut yang dapat mengurangi kolesterol LDL.

Kolesterol adalah lemak yang memainkan peran dalam mendukung membran sel dan sintesis hormon seperti testosteron dan estrogen. Low-density lipoprotein (LDL) adalah jenis kolesterol penting bagi kesehatan jaringan, tetapi dalam jumlah yang terlalu besar, dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, serangan jantung dan stroke.

Tubuh menghasilkan LDL untuk respons terhadap lemak jenuh dalam diet. Sedangkan high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik berfungsi untuk meningkatkan kesehatan jantung dengan membantu membersihkan dan mengeluarkan LDL dari darah. Tubuh membuat HDL dari makanan kaya lemak tak jenuh.

Menurut Mayo Clinic, kadar kolesterol LDL harus antara 100-129 mg/dL untuk kesehatan optimal.


sumber : www.detikhealth.com