Showing posts with label nyeri. Show all posts
Showing posts with label nyeri. Show all posts

Thursday, December 30, 2010

Cokelat Kurangi Letih dan Nyeri


Cokelat Kurangi Letih dan Nyeri
Foto: www.elle.com
Jakarta - Menjelang akhir tahun badan terasa letih dan nyeri sekujur badan? Jangan buru-buru minum obat. Dengan mengunyah sebatang cokelat tubuh pun berangsur akan segar kembali. Mau coba?

Rasa lelah kerap kali mendera ketika Anda habis melakukan aktifitas yang berat dan dalam waktu yang cukup lama. Tapi terkadang rasa lelah itu terus saja menyerang dan kadang membuat persendian pun nyeri. Ada beberapa orang yang malas untuk meredakannya dengan obat-obatan karena takut kecanduan.

Nah, sebuah penemuan terbaru menyatakan kalau rasa lelah bisa dikurangi dengan cara yang mudah. Yaitu dengan memakan dark cokelat atau cokelat murni tanpa campuran.

Para peneliti dari University of Hull dan Hull York Medical School di Inggris menguji sekelompok pasien dengan catatan kesehatan yang kurang baik, dan dilaporkan di dalam Nutrition Journal. Kelelahan yang terus menerus selama enam bulan bisa menyebabkan nyeri otot, sakit kepala, dan menurunnya kemampuan daya ingat.

Pasien-pasien tersebut memakan dark chocolate sebanyak 15 gram tiga kali sehari selama delapan minggu, dibarengi dengan istirahat. Hal ini ternyata membawa kemajuan pada catatan kesehatan mereka. Rasa lelah berangsur-angsur berkurang dan nyeri pun tidak lagi dirasakan.

Prof Steve Atkin yang memimpin penelitian mengatakan, "Ini adalah berita yang sangat menggembirakan berpotensi bagi mereka yang menderita sindrom kelelahan kronis."

Hal ini tidak mengherankan, karena di dalam sebatang cokelat murni terdapat senyawa yang dikenal untuk menguatkan sinyal yang akan di bawa menuju otak untuk mencegah terjadinya sindrom kelelahan yang kronis. Dan memberikan efek menenangkan sehingga merasa bahagia selalu. Dengan catatan, cokelat yang dimakan adalah dark chocolate yang kandungan kakao murninya lebih dari 70%.
sumber :www.detikfood.com

Wednesday, December 1, 2010

Teknik Pernapasan untuk 4 Penyakit

Dalam sehari manusia bernapas kurang lebih 20.000 kali sehingga tak banyak yang sempat memperhatikan tekniknya. Dengan menguasai teknik tertentu dalam menarik dan mengeluarkan napas 4 penyakit ini bisa diatasi tanpa harus memakai obat.

"Bernapas dengan teknik yang benar diyakini bisa membantu sistem pencernaan dan terbukti bisa menenangkan pikiran serta meredakan nyeri. Sebaliknya, teknik yang salah bisa menyebabkan seseorang mudah tersinggung, panik dan rentan mengalami depresi," ungkap Dr David Lewis, ahli saraf dari Sussex University.

Dikutip dari Dailymail, Selasa (30/11/2010), Dr Lewis memaparkan beberapa teknik pernapasan untuk mengatasi keluhan-keluhan ringan berikut ini.

1. Nyeri Teknik pernapasan dalam melalui perut dapat mengaktifkan saraf parasimpatis, sehingga mampu meredakan nyeri dan ketegangan. Cukup dilakukan 2 kali sehari, masing-masing selama 2-3 menit.

Caranya dengan berbaring telentang, satu tangan di dada dan satu lagi di perut. Tarik napas dalam-dalam menggunakan perut, hitung sampai 5 sambil membayangkan balon yang makin menggembung, lalu lepaskan perlahan dalam hitungan yang sama.

Tangan diletakkan di dada dan perut untuk memastikan napas dilakukan melalui perut, bukan dada.

2. Gelisah Teknik pernapasan ritmis bisa meredakan kegelisahan yang ditandai dengan frekuensi napas yang cepat atau disebut juga napas memburu. Intinya adalah memperlambat ritme pernapasan dan sedapat mungkin memberi jeda di antara setiap tarikan napas dan saat melepaskannya.

Teknik ini bisa dilakukan dengan berbaring di tempat tidur, dengan satu tangan berada di dada dan satunya lagi di perut tepat di bawah tulang iga, lalu bernapaslah melalui hidung sebanyak 12-20 kali tiap menit. Pastikan tangan yang di perut lebih sering bergerak, sebagai tanda bahwa pernapasan terjadi di perut bukan dada.

3. Asma Tidak diragukan lagi, teknik pernapasan adalah salah satu cara ampuh mengendalikan asma. Beberapa teknik latihan yoga untuk penderita asma juga memperikan teknik pernapasan dengan porsi paling dominan.

Ketika melepaskan napas, lakukan melalui mulut dengan memberi tekanan di bagian belakang tenggorokan seperti saat menghembuskan uap untuk membersihkan kacamata. Kemudian tarik napas melalui hidung, lakukan sedalam-dalamnya hingga mengeluarkan bunyi yang kuat.

4. Lemah lesu Kurangnya pasokan oksigen ke otot dan otak adalah penyebab gejala lemah lesu saat lelah dan mengantuk. Selain butuh napas yang dalam untuk mengambil oksigen sebanyak-banyaknya, diafragma juga harus dirangsang agar lebih aktif memompa napas.

Caranya dengan menutup salah satu lubang hidung, lalu menarik napas perlahan selama 3 detik. Buka lubang hidung yang ditutup, kemudian tutup lubang satunya yang semula terbuka dan hembuskan napas kuat-kuat seperti hendak meniup lilin. Pastikan paru-paru kosong dengan menghembuskannya selama 3 detik.



sumber www.detikhealt.com