Sunday, January 2, 2011

Rasa Sakit yang Makin Terasa Saat Dibawa Istirahat

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Ketika merasa sakit, dokter biasanya menyuruh pasien untuk memperbanyak istirahat. Tapi untuk kondisi tertentu, istirahat justru dapat membuat rasa sakit pasien makin terasa.

Kondisi ini dinamakan Rest Pain, yaitu rasa sakit yang terjadi atau makin parah saat tubuh beristirahat. Salah satu faktor risiko yang menyebabkannya adalah klaudikasio (aterosklerosis di bagian tubuh bawah).

Dilansir Surgery.usc.edu, Senin (3/1/2011), klaudikasio adalah penyumbatan pembuluh darah di kaki sehingga menyebabkan ketidaknyamanan, kram atau sakit pada pinggul, kaki atau paha betis.

Pada kondisi yang belum parah, klaudikasio biasanya terjadi pada saat melakukan aktivitas fisik seperti berjalan, kemudian akan sembuh dengan istirahat singkat (2-5 menit).

Namun pada saat kondisi berlanjut atau makin parah, rasa sakit dapat terjadi atau makin parah saat tubuh sedang beristirahat, seperti duduk, berbaring atau saat akan berdiri.

Pada keadaan normal, aliran darah bisa meningkat hingga sepuluh kali untuk memenuhi peningkatan kebutuhan oksigen ekstra pada otot yang terlatih. Namun, ketika arteri kaki tersumbat, aliran darah tidak dapat meningkat sebagai respon terhadap latihan, sehingga rasa sakit berkembang.

Bila rasa sakit masih terasa saat melakukan istirahat, artinya arteri kaki sudah tidak bisa lagi memberikan aliran darah yang cukup ke kaki. Rasa sakit ini biasanya akan makin parah ketika kaki dibaringkan di tempat tidur di malam hari.

Faktor risiko Rest Pain sama dengan faktor risiko yang menyebabkan penyakit arteri koroner atau penyakit jantung, yaitu:
  1. Merokok
  2. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  3. Kadar kolesterol darah tinggi atau trigliserida (hiperkolesterolemia, hiperlipidemia)
  4. Kurang olahraga atau aktivitas fisik
  5. Kegemukan
  6. Diabetes
  7. Riwayat keluarga penyakit jantung atau penyakit arteri

Merokok adalah yang paling berpengaruh dari semua faktor risiko. Meskipun mekanisme merokok menyebabkan atau memperburuk klaudikasio tidak jelas, diketahui bahwa tingkat kerusakan pada lapisan dinding arteri secara langsung berkaitan dengan jumlah tembakau yang digunakan. Berhenti merokok sangat penting dalam perang melawan progresi klaudikasio.

Gejala dari klaudikasio antara lain:
  1. Penurunan pertumbuhan rambut pada kaki
  2. Perubahan warna kaki menjadi pucat atau kebiruan
  3. Berkurangnya denyut nadi di kaki
  4. Perbedaan suhu di kaki, menjadi sangat dingin.
  5. Perubahan sensasi (mati rasa, kesemutan, kram, sakit)
  6. Luka pada kaki menjadi susah sembuh
  7. Menyusutnya otot betis
  8. Kuku kaki menebal
sumber : www.detikhealth.com

Cara Meningkatkan Oksigen Dalam Darah

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Darah memerlukan oksigen untuk dapat berfungsi dengan baik. Kekurangan oksigen dalam darah bisa membuat tubuh mengalami masalah serius. Selain olahraga dan transfusi darah, nutrisi tertentu juga bisa meningkatkan oksigen dalam darah.

Kadar oksigen dalam darah bisa berkurang karena berbagai alasan, antara lain karena asma, gangguan paru-paru dan juga kekurangan zat besi (anemia). Kondisi tersebut disebut dengan hipoksemia.

Orang yang mengalami hipoksemia (kadar oksigen dalam darah rendah) biasanya menunjukkan gejala seperti sesak napas, gelisah, disorientasi, sakit kepala, tekanan darah tinggi dan kulit kebiruan.

Dilansir Livestrong, Senin (3/1/2011), berikut beberapa nutrisi penting yang dapat meningkatkan oksigen dalam darah:

1. Zat besi
Anemia terjadi karena kadar zat besi dalam tubuh rendah dan menyebabkna menurunnya tingkat hemoglobin, yaitu pembawa oksigen dalam darah. Hal ini bisa mengakibatkan hipoksemia.

University of Maryland Medical Center merekomendasikan makanan kaya zat besi seperti daging, unggas, ikan, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, roti gandum dan pasta yang diperkaya zat besi untuk mengobati anemia. Dengan demikian juga dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah.

2. Diet rendah lemak
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa makanan tinggi lemak dapat menyebabkan resistensi insulin dan sleep apnea (gangguan bernapas saat tidur).

Sleep apnea bisa terkait dengan faktor-faktor risiko hipoksemia. Untuk itu, makan serat tinggi, diet rendah lemak dengan memperbanyak buah-buahan dan sayuran dapat membantu meningkatkan kadar oksigen dalam darah.

3. Buah dan sayuran
Sebuah artikel yang diterbitkan Cancer Active mengungkapkan bahwa lingkungan asam dalam darah dapat menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dan meningkatkan risiko kanker tertentu.

Konsumsi air basa dalam buah dan sayuran yang kaya kalium dan magnesium sebagai pisang, kentang, tomat dan sayuran berdaun hijau, dapat membantu mengurangi keasaman dan mengobati hipoksemia.

Buah-buahan dan sayuran, menurut MayoClinic.com, juga merupakan sumber tinggi antioksidan seperti vitamin C dan vitamin E, yang melindungi sel-sel darah pembawa oksigen terhadap efek berbahaya dari radikal bebas.

4. Diet rendah natrium
Menurut studi yang diterbitkan Hypertension, makanan rendah natrium dapat mengakibatkan meningkatnya oksigenasi ginjal melalui darah. Diet rendah natrium adalah untuk mengurangi asupan natrium sampai kurang dari 2000 mg per hari dan memperbanyak buah dan sayuran, kacang, kacang polong, kacang-kacangan dan biji-bijian.
sumber : www.detikhealth.com