Anda sering mengkonsumsi jus jeruk? Anda bisa berlega hati karena dengan minum jus jeruk ternyata dapat menurunkan resiko terserang darah tinggi dan juga serangan jantung. Bagaimana mungkin?
Apakah Anda termasuk orang yang cukup rajn mengkonsumsi jus buah? Jika iya, Anda bisa berlega hati. Pasalnya, mereka yang sering minum jus buah bisa mengurangi beberapa resiko terkena penyakit. Salah satu contohnya adalah mereka yang sering minum jus jeruk, akan terhindar dari penyakit darah tinggi dan mengurangi resiko serangan jantung.
Berdasarkan hasil penelitian kepada sekelompok pria yang meminum sedikitnya dua gelas jus jeruk setiap hari, ditemukan adanya penurunan tekanan darah yang cukup signifikan. Tekanan darah yang stabil akan mengurangi kemungkinan pria-pria ini terserang penyakit jantung. WHO memperkirakan sekitar 50% pria yang terkena serangan jantung dan stroke dikarenakan tekanan darah yang meningkat.
Para ilmuwan di Universitas Auvergne, Perancis mengambil 24 orang pria yang memiliki bobot tubuh berlebih. Masing-masing peserta diwajibkan menghabiskan setengah liter jus jeruk (dua gelas)sehari selama 4 minggu. Setelah itu sekelompok pria ini meminum minuman manis dan meminum kapsul yang mengandung hesperidin. Demikian yang dilansir dari Times od India.
Hasil penelitian menunjukkan jus jeruk dan kapsul yang mengnadung hesperidin itu menurunkan tekanan darah secara signifikan. Rata-rata penurunan terjadi 3,2 dan 5.5mmHg.
"Hasil utama adalah bahwa empat minggu mengkonsumsi jus jeruk, atau hesperidin yang dimurnikan, secara signifikan menurunkan tekanan darah diastolik pada laki-laki yang sehat," ujar para peneliti di Daily Mail.
sumber : www.detikhealt.com
Sayangi tubuh kita dengan makan makanan yang sehat, dan makan yang sehat itu terdapat dalam buah dan sayur segar yang tidak terkontaminasi oleh pestisida BUDAYAKAN HIDUP SEHAT UNTUK DIRI DAN KELUARGA KITA
Wednesday, December 1, 2010
Hindari Obat Penurun Berat Badan yang Bikin Sering Pipis
Beberapa obat penurun berat badan yang banyak digunakan oleh masyarakat memiliki efek samping membuat orang sering pipis. Tapi sebaiknya obat ini jangan dikonsumsi karena bisa berbahaya bagi tubuh.
"Jangan minum obat yang membuat seseorang jadi sering buang air kecil atau buang air besar. Karena sekitar 65-70 persen tubuh terdiri dari cairan, sehingga bisa menyebabkan dehidrasi," ujar dr Johannes Chandrawinata, MND, SpGK, anggota PDGKI (Perhimpunan Dokter Gizi Klinis Indonesia) Jawa Barat, dalam acara seminar media 'Keamanan Obat Anti Obesitas Terkait Perijinan BPOM' di Annex Building, Jakarta, Rabu (1/12/2010).
dr Johannes menuturkan jika seseorang sering buang air kecil, maka cairan di pembuluh darahnya akan berkurang, aliran darah ke organ-organ vital menurun serta bisa menyebabkan gagal ginjal.
Obat anti obesitas yang bisa membuat orang sering pipis ini biasanya berasal dari obat-obatan tradisional, teh pelangsing atau juga suplemen penurun berat badan.
"Obat yang membuat orang sering buang air kecil memang bisa menurunkan berat badan dengan cepat, tapi seseorang harus sering-sering cek kondisi ginjalnya," ujar dokter yang mendapat sertifikasi spesialis gizi klinik pad atahun 2004.
Untuk suplemen sendiri kebanyakan mengandung kafein, jika dosisnya tinggi maka bisa menimbulkan gangguan irama jantung serta tekanan darah tinggi yang dapat memicu terjadinya penyakit jantung atau stroke.
Selain itu ada juga obat penurun berat badan yang mengklaim berfungsi menghambat penyerapan karbohidrat. Padahal penghambat karbohidrat yang paling efektif biasanya ditemukan dalam obat diabetes yang akan menimbulkan efek seperti rasa tidak nyaman saat mengonsumsi nasi, kembung dan bahkan diare.
"Pada suplemen penurun berat badan biasanya tidak dapat efek seperti itu. Jadi suplemen yang mahal-mahal itu belum tentu efektif," ungkap dokter yang berpraktek di RS St Borromeus Bandung.
dr Johannes mengungkapkan berdasarkan studi di Jepang diketahui bahwa di dalam teh terdapat antioksidan ECG (epikatekin galat) yang dapat menurunkan berat badan dengan cara menghambat pembentukan sel-sel lemak. Tapi teh ini sebaiknya dikonsumsi tanpa menggunakan gula.
Selain itu program penurunan berat badan ini sebaiknya dilakukan secara kombinasi dengan pola makan sehat seimbang rendah lemak dan kalori, olahraga teratur, perubahan gaya hidup dan konsultasi dengan dokter untuk menentukan obat anti obesitas yang efektif dan aman.
sumber : www.detikhealt.com
"Jangan minum obat yang membuat seseorang jadi sering buang air kecil atau buang air besar. Karena sekitar 65-70 persen tubuh terdiri dari cairan, sehingga bisa menyebabkan dehidrasi," ujar dr Johannes Chandrawinata, MND, SpGK, anggota PDGKI (Perhimpunan Dokter Gizi Klinis Indonesia) Jawa Barat, dalam acara seminar media 'Keamanan Obat Anti Obesitas Terkait Perijinan BPOM' di Annex Building, Jakarta, Rabu (1/12/2010).
dr Johannes menuturkan jika seseorang sering buang air kecil, maka cairan di pembuluh darahnya akan berkurang, aliran darah ke organ-organ vital menurun serta bisa menyebabkan gagal ginjal.
Obat anti obesitas yang bisa membuat orang sering pipis ini biasanya berasal dari obat-obatan tradisional, teh pelangsing atau juga suplemen penurun berat badan.
"Obat yang membuat orang sering buang air kecil memang bisa menurunkan berat badan dengan cepat, tapi seseorang harus sering-sering cek kondisi ginjalnya," ujar dokter yang mendapat sertifikasi spesialis gizi klinik pad atahun 2004.
Untuk suplemen sendiri kebanyakan mengandung kafein, jika dosisnya tinggi maka bisa menimbulkan gangguan irama jantung serta tekanan darah tinggi yang dapat memicu terjadinya penyakit jantung atau stroke.
Selain itu ada juga obat penurun berat badan yang mengklaim berfungsi menghambat penyerapan karbohidrat. Padahal penghambat karbohidrat yang paling efektif biasanya ditemukan dalam obat diabetes yang akan menimbulkan efek seperti rasa tidak nyaman saat mengonsumsi nasi, kembung dan bahkan diare.
"Pada suplemen penurun berat badan biasanya tidak dapat efek seperti itu. Jadi suplemen yang mahal-mahal itu belum tentu efektif," ungkap dokter yang berpraktek di RS St Borromeus Bandung.
dr Johannes mengungkapkan berdasarkan studi di Jepang diketahui bahwa di dalam teh terdapat antioksidan ECG (epikatekin galat) yang dapat menurunkan berat badan dengan cara menghambat pembentukan sel-sel lemak. Tapi teh ini sebaiknya dikonsumsi tanpa menggunakan gula.
Selain itu program penurunan berat badan ini sebaiknya dilakukan secara kombinasi dengan pola makan sehat seimbang rendah lemak dan kalori, olahraga teratur, perubahan gaya hidup dan konsultasi dengan dokter untuk menentukan obat anti obesitas yang efektif dan aman.
sumber : www.detikhealt.com
Subscribe to:
Posts (Atom)