Manfaat minyak ikan telah dikenal dari berabad-abad yang lalu, antara lain untuk penyakit jantung, sirkulasi darah, mata, sistem kekebalan tubuh, dan lainnya. Ternyata minyak ikan juga sangat manjur untuk mengobati jerawat.
Minyak ikan dianggap sebagai solusi terbaik untuk mengobati jerawat. Orang-orang yang memiliki masalah jerawat yang parah atau bahkan masalah kulit lainnya, disarankan memasukkan minyak ikan ke dalam daftar menu hariannyaa.
Minyak ikan mengandung dua asam lemak omega-3, yaitu asam eicosapentaenoic (eicosapentaenoic acid atau EPA) dan asam docosahexaenoic (docosahexaenoic acid atau DHA) yang sangat efektif dalam mengendalikan jerawat. Kedua asam lemak ini diketahui memiliki sifat efek anti-inflamasi dan antibakteri.
Asam lemak omega-3 membantu dalam mengontrol kelebihan hormon yang pada gilirannya mengurangi kemungkinan pembentukan jerawat. Secara ringkas, omega-3 pada minyak ikan sangat bermanfaat untuk kulit dan mengurangi jerawat.
Bagaimana menggunakan minyak ikan untuk mengobati jerawat?
Minyak ikan dapat bekerja secara dramatis dalam mengurangi jerawat. Minyak ikan dapat digunakan sebagai suplemen atau dapat diaplikasikan langsung di atas kulit yang berjerawat.
Dilansir Buzzle, Rabu (1/12/2010), berikut beberapa untuk menggunakan minyak ikan:
1. Makan ikan
Tambahkan jumlah konsumsi ikan dalam menu harian Anda, meski cara ini tidak dapat langsung dirasakan khasiatnya.
2. Makan suplemen minyak ikan
Salah satu perawatan jerawat terbaik adalah pemanfaatan suplemen minyak ikan. Suplemen minyak ikan banyak tersedia di pasaran dengan nama yang berbeda. Awalnya hanya mengambil 1 pil sehari dan kemudian meningkatkan konsumsi 2-3 pil per hari. Tapi konsultasikan dengan dokter bila Anda memiliki alergi.
3. Mengoleskan langsung
Anda juga dapat menerapkan minyak ikan pada daerah yang terkena jerawat. Pada malam hari, bersihkan wajah dengan pembersih jerawat yang tepat, lalu cuci wajah dan keringkan.
Kemudian mencelupkan jari Anda dalam minyak ikan dan oleskan minyak ikan pada daerah yang terkena. Sebarkan minyak ikan secara merata pada daerah yang terkena kulit, buat gerakan melingkar dan biarkan semalam.
sumber www.detikhealt.com
Sayangi tubuh kita dengan makan makanan yang sehat, dan makan yang sehat itu terdapat dalam buah dan sayur segar yang tidak terkontaminasi oleh pestisida BUDAYAKAN HIDUP SEHAT UNTUK DIRI DAN KELUARGA KITA
Wednesday, December 1, 2010
Teknik Pernapasan untuk 4 Penyakit
Dalam sehari manusia bernapas kurang lebih 20.000 kali sehingga tak banyak yang sempat memperhatikan tekniknya. Dengan menguasai teknik tertentu dalam menarik dan mengeluarkan napas 4 penyakit ini bisa diatasi tanpa harus memakai obat.
"Bernapas dengan teknik yang benar diyakini bisa membantu sistem pencernaan dan terbukti bisa menenangkan pikiran serta meredakan nyeri. Sebaliknya, teknik yang salah bisa menyebabkan seseorang mudah tersinggung, panik dan rentan mengalami depresi," ungkap Dr David Lewis, ahli saraf dari Sussex University.
Dikutip dari Dailymail, Selasa (30/11/2010), Dr Lewis memaparkan beberapa teknik pernapasan untuk mengatasi keluhan-keluhan ringan berikut ini.
1. Nyeri Teknik pernapasan dalam melalui perut dapat mengaktifkan saraf parasimpatis, sehingga mampu meredakan nyeri dan ketegangan. Cukup dilakukan 2 kali sehari, masing-masing selama 2-3 menit.
Caranya dengan berbaring telentang, satu tangan di dada dan satu lagi di perut. Tarik napas dalam-dalam menggunakan perut, hitung sampai 5 sambil membayangkan balon yang makin menggembung, lalu lepaskan perlahan dalam hitungan yang sama.
Tangan diletakkan di dada dan perut untuk memastikan napas dilakukan melalui perut, bukan dada.
2. Gelisah Teknik pernapasan ritmis bisa meredakan kegelisahan yang ditandai dengan frekuensi napas yang cepat atau disebut juga napas memburu. Intinya adalah memperlambat ritme pernapasan dan sedapat mungkin memberi jeda di antara setiap tarikan napas dan saat melepaskannya.
Teknik ini bisa dilakukan dengan berbaring di tempat tidur, dengan satu tangan berada di dada dan satunya lagi di perut tepat di bawah tulang iga, lalu bernapaslah melalui hidung sebanyak 12-20 kali tiap menit. Pastikan tangan yang di perut lebih sering bergerak, sebagai tanda bahwa pernapasan terjadi di perut bukan dada.
3. Asma Tidak diragukan lagi, teknik pernapasan adalah salah satu cara ampuh mengendalikan asma. Beberapa teknik latihan yoga untuk penderita asma juga memperikan teknik pernapasan dengan porsi paling dominan.
Ketika melepaskan napas, lakukan melalui mulut dengan memberi tekanan di bagian belakang tenggorokan seperti saat menghembuskan uap untuk membersihkan kacamata. Kemudian tarik napas melalui hidung, lakukan sedalam-dalamnya hingga mengeluarkan bunyi yang kuat.
4. Lemah lesu Kurangnya pasokan oksigen ke otot dan otak adalah penyebab gejala lemah lesu saat lelah dan mengantuk. Selain butuh napas yang dalam untuk mengambil oksigen sebanyak-banyaknya, diafragma juga harus dirangsang agar lebih aktif memompa napas.
Caranya dengan menutup salah satu lubang hidung, lalu menarik napas perlahan selama 3 detik. Buka lubang hidung yang ditutup, kemudian tutup lubang satunya yang semula terbuka dan hembuskan napas kuat-kuat seperti hendak meniup lilin. Pastikan paru-paru kosong dengan menghembuskannya selama 3 detik.
sumber www.detikhealt.com
"Bernapas dengan teknik yang benar diyakini bisa membantu sistem pencernaan dan terbukti bisa menenangkan pikiran serta meredakan nyeri. Sebaliknya, teknik yang salah bisa menyebabkan seseorang mudah tersinggung, panik dan rentan mengalami depresi," ungkap Dr David Lewis, ahli saraf dari Sussex University.
Dikutip dari Dailymail, Selasa (30/11/2010), Dr Lewis memaparkan beberapa teknik pernapasan untuk mengatasi keluhan-keluhan ringan berikut ini.
1. Nyeri Teknik pernapasan dalam melalui perut dapat mengaktifkan saraf parasimpatis, sehingga mampu meredakan nyeri dan ketegangan. Cukup dilakukan 2 kali sehari, masing-masing selama 2-3 menit.
Caranya dengan berbaring telentang, satu tangan di dada dan satu lagi di perut. Tarik napas dalam-dalam menggunakan perut, hitung sampai 5 sambil membayangkan balon yang makin menggembung, lalu lepaskan perlahan dalam hitungan yang sama.
Tangan diletakkan di dada dan perut untuk memastikan napas dilakukan melalui perut, bukan dada.
2. Gelisah Teknik pernapasan ritmis bisa meredakan kegelisahan yang ditandai dengan frekuensi napas yang cepat atau disebut juga napas memburu. Intinya adalah memperlambat ritme pernapasan dan sedapat mungkin memberi jeda di antara setiap tarikan napas dan saat melepaskannya.
Teknik ini bisa dilakukan dengan berbaring di tempat tidur, dengan satu tangan berada di dada dan satunya lagi di perut tepat di bawah tulang iga, lalu bernapaslah melalui hidung sebanyak 12-20 kali tiap menit. Pastikan tangan yang di perut lebih sering bergerak, sebagai tanda bahwa pernapasan terjadi di perut bukan dada.
3. Asma Tidak diragukan lagi, teknik pernapasan adalah salah satu cara ampuh mengendalikan asma. Beberapa teknik latihan yoga untuk penderita asma juga memperikan teknik pernapasan dengan porsi paling dominan.
Ketika melepaskan napas, lakukan melalui mulut dengan memberi tekanan di bagian belakang tenggorokan seperti saat menghembuskan uap untuk membersihkan kacamata. Kemudian tarik napas melalui hidung, lakukan sedalam-dalamnya hingga mengeluarkan bunyi yang kuat.
4. Lemah lesu Kurangnya pasokan oksigen ke otot dan otak adalah penyebab gejala lemah lesu saat lelah dan mengantuk. Selain butuh napas yang dalam untuk mengambil oksigen sebanyak-banyaknya, diafragma juga harus dirangsang agar lebih aktif memompa napas.
Caranya dengan menutup salah satu lubang hidung, lalu menarik napas perlahan selama 3 detik. Buka lubang hidung yang ditutup, kemudian tutup lubang satunya yang semula terbuka dan hembuskan napas kuat-kuat seperti hendak meniup lilin. Pastikan paru-paru kosong dengan menghembuskannya selama 3 detik.
sumber www.detikhealt.com
Subscribe to:
Posts (Atom)