Mengonsumsi air putih memang diketahui bagus untuk kesehatan kulit. Tapi air yang terdapat di dalam sayur-sayuran ternyata memiliki manfaat yang lebih baik dan lebih mudah masuk ke dalam sel sehingga bisa membuat kulit tampak lebih muda.
Kulit adalah kehidupan kecil dari seluruh tubuh dan mencerminkan apa yang terjadi di dalamnya. Kunci untuk menjaga kesehatan yang prima adalah menjaga kekuatan sel agar kuat menampung air seperti yang dilakukan oleh sel-sel muda.
Jika seseorang bisa memperbaiki membran selnya, mulai dari sel otak, sel jantung dan juga sel jaringan ikat di kulit terluar sambil menarik air dan nutrisinya maka seseorang dapat melawan proses penuaan dan penyakit.
Pada usia awal 30 tahun, terkadang ditemukan tanda-tanda penuaan seperti kulit yang mulai menjadi kering, pola tidur berubah, serta proses pencernaan yang mulai melambat. Hal ini disebabkan kemampuan sel-sel untuk menampung air semakin melemah.
Seperti dikutip dari Dailymail, Senin (6/9/2010) air yang terkandung di dalam buah-buahan dan sayuran dikelilingi oleh molekul yang bisa membantunya masuk ke dalam sel lebih mudah. Selain itu buah dan sayuran juga kaya akan antioksidan, mineral dan vitamin B yang digunakan tubuh untuk metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.
Misalnya untuk semangka dan mentimun mengandung 97 persen air, tomat mengandung 95 persen air, terong mengandung 92 persen, wortel mengandung 88 persen air, buncis yang dimasak mengandung 77 persen air, dada ayam panggang mengandung 65 persen air dan salmon panggang mengandung 62 persen air.
Hampir semua makanan mengandung air, tapi untuk makanan yang alami akan mengandung air lebih banyak. Buah-buahan dan sayuran memiliki air yang kaya akan nutrisi, karenanya ia bisa tetap berada di dalam sistem tubuh cukup lama agar bisa dimanfaatkan lebih baik.
Ketika sel-sel tidak mendapatkan asupan air yang cukup atau mulai dehidrasi, maka ia akan rusak dan tidak bisa berfungsi secara optimal. Hal ini akan memicu kerusakan jaringan di tubuh yang bisa disebut sebagai tanda penuaan. Dan seiring bertambahnya usia, maka tubuh akan kehilangan air secara alami.
Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari sayuran ini, akan lebih baik jika sayuran tersebut dimakan mentah atau dimasak sebentar. Karena merebus sayuran terlalu lama bisa memecahkan sel membran dan memungkinkan air untuk keluar dari sel.
Untuk mendapatkan asupan air yang cukup tidak hanya terbatas pada berapa jumlah air putih yang sudah diminum, tapi bagaimana air tersebut bisa masuk ke dalam sel dan jaringan ikat serta menjaganya sehingga sel bisa berfungsi dengan baik.
Karenanya untuk membuat membran sel lebih kuat, diperlukan cara untuk mendorong regenerasi jaringan ikat dan menjaga respons imun dengan cara membanjiri tubuh dengan nutrisi dan air yang mudah masuk ke dalam sel.
sumber : www.detikhealth.com
Sayangi tubuh kita dengan makan makanan yang sehat, dan makan yang sehat itu terdapat dalam buah dan sayur segar yang tidak terkontaminasi oleh pestisida BUDAYAKAN HIDUP SEHAT UNTUK DIRI DAN KELUARGA KITA
Sunday, November 7, 2010
Wednesday, November 3, 2010
Ini Dia Lemak untuk Meningkatkan Kolesterol Baik
Selama ini lemak dikenal sebagai nutrisi yang harus dihindari karena bisa memicu berbagai penyakit. Tapi ada lemak yang justru bisa meningkatkan kolesterol baik di tubuh, yaitu lemak tak jenuh.
Lemak baik yang bisa meningkatkan kolesterol adalah:
1. Minyak nabati
2. Kacang-kacangan seperti kacang almond, kacang kedelai
3. Alpukat
Lemak tak jenuh yang ditemukan dalam 3 kelompok ini bisa membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (High Density Lipoproteins/HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (Low Density Lipoproteins/LDL).
Lemak tak jenuh ini bisa ditambahkan ke dalam pola makan secara keseluruhan.
Studi terbaru yang dilaporkan Canadian Medical Association Journal, para peneliti menguji efek penambahan lemak tak jenuh ke dalam diet serat tinggi yang sebelumnya sudah diketahui dapat mengurangi kolesterol LDL pada orang dewasa.
Hasilnya partisipan yang mengurangi asupan lemak jenuh dan menambahkan sayuran di dalam pola makannya mengalami penurunan kadar kolesterol LDL sebesar 35 persen. Hal ini sebanding dengan manfaat yang didapatkan jika seseorang mengonsumsi obat penurun kolesterol.
Namun jika partisipan menambahkan lemak tak jenuh dalam pola makannya, menunjukkan peningkatan rata-rata kolesterol HDL sebesar 12 persen.
"Kombinasi dari mengonsumsi sayuran dan lemak tak jenuh tunggal akan membantu seseorang melakukan sesuatu yang diinginkannya ketika berhubungan dengan kadar kolesterol," ujar Dr David Jenkins dari University of Toronto and St. Michael's Hospital di Ontario, Canada, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3/11/2010).
Dr Jenkins menyarankan orang-orang untuk mengganti beberapa jenis karbohidrat yang dikonsumsinya seperti:
Roti putih dan makanan ringan olahan diganti dengan lemak tak jenuh tunggal dari kacang-kacangan, alpukat dan juga minyak zaitun.
Namun lemak bukanlah cara ajaib untuk menurunkan kolesterol, tapi mengubah kebiasaan makan secara keseluruhanlah yang menjadi kuncinya. Karenanya disarankan untuk mengurangi asupan daging merah dan susu, tapi meningkatkan asupan ikan, sayuran, makanan berbasis kedelai, almond dan minyak zaitun.
sumber : www.detikhealt.com
Lemak baik yang bisa meningkatkan kolesterol adalah:
1. Minyak nabati
2. Kacang-kacangan seperti kacang almond, kacang kedelai
3. Alpukat
Lemak tak jenuh yang ditemukan dalam 3 kelompok ini bisa membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (High Density Lipoproteins/HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (Low Density Lipoproteins/LDL).
Lemak tak jenuh ini bisa ditambahkan ke dalam pola makan secara keseluruhan.
Studi terbaru yang dilaporkan Canadian Medical Association Journal, para peneliti menguji efek penambahan lemak tak jenuh ke dalam diet serat tinggi yang sebelumnya sudah diketahui dapat mengurangi kolesterol LDL pada orang dewasa.
Hasilnya partisipan yang mengurangi asupan lemak jenuh dan menambahkan sayuran di dalam pola makannya mengalami penurunan kadar kolesterol LDL sebesar 35 persen. Hal ini sebanding dengan manfaat yang didapatkan jika seseorang mengonsumsi obat penurun kolesterol.
Namun jika partisipan menambahkan lemak tak jenuh dalam pola makannya, menunjukkan peningkatan rata-rata kolesterol HDL sebesar 12 persen.
"Kombinasi dari mengonsumsi sayuran dan lemak tak jenuh tunggal akan membantu seseorang melakukan sesuatu yang diinginkannya ketika berhubungan dengan kadar kolesterol," ujar Dr David Jenkins dari University of Toronto and St. Michael's Hospital di Ontario, Canada, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3/11/2010).
Dr Jenkins menyarankan orang-orang untuk mengganti beberapa jenis karbohidrat yang dikonsumsinya seperti:
Roti putih dan makanan ringan olahan diganti dengan lemak tak jenuh tunggal dari kacang-kacangan, alpukat dan juga minyak zaitun.
Namun lemak bukanlah cara ajaib untuk menurunkan kolesterol, tapi mengubah kebiasaan makan secara keseluruhanlah yang menjadi kuncinya. Karenanya disarankan untuk mengurangi asupan daging merah dan susu, tapi meningkatkan asupan ikan, sayuran, makanan berbasis kedelai, almond dan minyak zaitun.
sumber : www.detikhealt.com
Subscribe to:
Posts (Atom)