Lelaki selama ini dikenal cuek atau tidak terlalu memperhatikan kondisi kesehatannya. Tapi ada 5 tanda yang bisa dilihat dari seorang laki-laki yang menunjukkan ia memiliki tubuh sehat.
Tak perlu keluar banyak biaya tinggi untuk tahu apakah pria sehat atau tidak karena ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan.
Dikutip dari Askmen, Senin (1/11/2010) ada 5 tanda yang menunjukkan seorang laki-laki memiliki tubuh yang sehat, yaitu:
1. Memiliki kuku berwarna merah muda
Kuku memang diketahui bisa memberikan petunjuk mengenai kesehatan seseorang. Umumnya kuku dari orang yang sehat memiliki warna merah muda, kuat dan halus. Perubahan yang terjadi pada kuku bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan, misalnya gangguan pernapasan atau kekurangan zat besi.
2. Urine berwarna kuning pucat
Warna urin bisa menjadi petunjuk banyak hal seperti ada gangguan di ginjal atau tidak serta apakah asupan cairan seseorang sudah terpenuhi atau belum. Warna urin normal yang menunjukkan seseorang sehat adalah kuning pucat. Tapi jika warnya berubah menjadi pekat, bisa jadi orang tersebut mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi.
3. Saat ejakulasi memiliki air mani sebanyak satu sendok teh
Seorang laki-laki muda yang sehat akan memiliki air mani sebanyak 2-5 ml saat ejakulasi, sementara itu jumlah air mani ini akan berkurang seiring bertambahnya usia. Tapi jika jumlahnya kurang dari 2 ml bisa menjadi indikasi hypospermia, yaitu suatu kondisi yang dapat mempengaruhi kesuburan laki-laki. Selain jumlahnya, warna dan konsistensi air mani juga bisa memberi petunjuk, orang yang sehat memiliki air mani berwarna putih atau abu-abu dan lengket.
4. Memiliki detak jantung 70 denyut per menit saat istirahat
Jumlah denyut jantung saat istirahat adalah indikator besar tingkat kebugaran seseorang secara keseluruhan. Meskipun bervariasi, tapi laki-laki sehat umumnya memiliki detak jantung saat istirahat sebanyak 70-75 denyut per menit (beats per minute/bpm). Jika jumlahnya berada di luar kisaran ini, kemungkinan ada masalah kesehatan yang mendasarinya.
5. Memiliki kulit tubuh elastis
Elastisitas kulit umumnya digunakan untuk menilai derajat dehidrasi seseorang. Jika asupan cairannya cukup, maka kulit akan mempertahankan elastisitasnya. Untuk mengujinya cukup mencubit kulit di punggung tangan, jika kulit kembali ke bentuk semula secara perlahan atau lama maka ini menandakan ia mengalami dehidrasi.
sumber : www.detikhealth.com
Sayangi tubuh kita dengan makan makanan yang sehat, dan makan yang sehat itu terdapat dalam buah dan sayur segar yang tidak terkontaminasi oleh pestisida BUDAYAKAN HIDUP SEHAT UNTUK DIRI DAN KELUARGA KITA
Tuesday, November 2, 2010
Kulit dan Biji Pepaya Berkhasiat untuk Dimakan
Selama ini orang sudah tahu bahwa buah pepaya sangat baik untuk kesehatan. Tetapi kebanyakan orang mengenal yang bermanfaat dari pepaya adalah daging buah saja. Padahal kulit, daun dan biji pepaya juga bisa dimakan dan bergizi.
Pepaya telah lama dikenal untuk manfaat kesehatan. Pada tahun 1875, dokter Inggris TP Lucas, memulai sebuah rumah sakit di Brisbane, Australia, yang mengobati pasien dengan pepaya.
Pepaya mengandung papain (enzim hidrolase sistein protease) yang dapat membantu dalam pencernaan dengan memecah protein. Pepaya merupakan sumber serat yang baik, folat, vitamin A, karotenoid, lutein, lycopene dan asam amino esensial yang mempengaruhi fungsi sel yang tepat.
Selain itu, pepaya memiliki vitamin E empat kali lebih banyak, 33 persen vitamin C lebih banyak, 50 persen kalium lebih banyak dan kalori lebih sedikit daripada jeruk.
Bagian yang penting dari pepaya bukan hanya daging buahnya saja. Biji, kulit kayu, daun serta kulit buahnya juga mengandung unsur yang tidak hanya bergizi, tetapi memiliki sifat terapeutik (berkhasit untuk terapi).
Dilansir Livestrong, Selasa (2/11/2010), berikut manfaat dari kulit, daun dan biji pepaya:
Kulit pepaya
Sama seperti daging buahnya, kulit pepaya juga bisa dimakan. Kulit pepaya memiliki banyak manfaat nutrisi, tetapi hanya kulit pepaya yang tumbuh secara organik tanpa bahan kimia dan residu pestisida.
Masyarakat Papua Nugini tidak hanya makan kulit pepaya, namun menggunakan sifat penyembuhannya yang ampuh untuk mengobati ruam dan terbakar sinar matahari, serta untuk menghilangkan noda-noda hitam karena penuaan.
Daun pepaya
Daun mungkin merupakan bagian paling menguntungkan dari pepaya untuk penggunaan terapi. Ada bukti bahwa pepaya memiliki efek antikanker terhadap tumor, termasuk kanker payudara, leher rahim, hati, paru-paru dan pankreas.
Para peneliti di University of Florida menggunakan ekstrak daun pepaya kering untuk menemukan efek dramatis pepaya terhadap 10 jenis tumor. Penduduk asli di Australia juga telah berhasil menggunakan ekstrak daun pepaya untuk mengendalikan kanker tanpa toksisitas.
Biji pepaya
Selama berabad-abad, akar dan biji pepaya digunakan untuk membuat teh, yang berkhasiat untuk mengusir parasit, mengurangi perdarahan, kolik ginjal dan penyakit kuning.
Sekitar 20 biji pepaya mengandung protein yang sangat mudah dicerna, bisa dikunyah atau ditelan untuk menghilangkan sebagian besar parasit.
Sebuah studi dari Nigeria dan diterbitkan dalam Journal of Medicinal Food menemukan bahwa biji pepaya kering adalah pengobatan yang efektif murah, alami dan banyak tersedia untuk parasit usus manusia tanpa efek samping yang signifikan.
sumber :
www.detikhealth.com
Pepaya telah lama dikenal untuk manfaat kesehatan. Pada tahun 1875, dokter Inggris TP Lucas, memulai sebuah rumah sakit di Brisbane, Australia, yang mengobati pasien dengan pepaya.
Pepaya mengandung papain (enzim hidrolase sistein protease) yang dapat membantu dalam pencernaan dengan memecah protein. Pepaya merupakan sumber serat yang baik, folat, vitamin A, karotenoid, lutein, lycopene dan asam amino esensial yang mempengaruhi fungsi sel yang tepat.
Selain itu, pepaya memiliki vitamin E empat kali lebih banyak, 33 persen vitamin C lebih banyak, 50 persen kalium lebih banyak dan kalori lebih sedikit daripada jeruk.
Bagian yang penting dari pepaya bukan hanya daging buahnya saja. Biji, kulit kayu, daun serta kulit buahnya juga mengandung unsur yang tidak hanya bergizi, tetapi memiliki sifat terapeutik (berkhasit untuk terapi).
Dilansir Livestrong, Selasa (2/11/2010), berikut manfaat dari kulit, daun dan biji pepaya:
Kulit pepaya
Sama seperti daging buahnya, kulit pepaya juga bisa dimakan. Kulit pepaya memiliki banyak manfaat nutrisi, tetapi hanya kulit pepaya yang tumbuh secara organik tanpa bahan kimia dan residu pestisida.
Masyarakat Papua Nugini tidak hanya makan kulit pepaya, namun menggunakan sifat penyembuhannya yang ampuh untuk mengobati ruam dan terbakar sinar matahari, serta untuk menghilangkan noda-noda hitam karena penuaan.
Daun pepaya
Daun mungkin merupakan bagian paling menguntungkan dari pepaya untuk penggunaan terapi. Ada bukti bahwa pepaya memiliki efek antikanker terhadap tumor, termasuk kanker payudara, leher rahim, hati, paru-paru dan pankreas.
Para peneliti di University of Florida menggunakan ekstrak daun pepaya kering untuk menemukan efek dramatis pepaya terhadap 10 jenis tumor. Penduduk asli di Australia juga telah berhasil menggunakan ekstrak daun pepaya untuk mengendalikan kanker tanpa toksisitas.
Biji pepaya
Selama berabad-abad, akar dan biji pepaya digunakan untuk membuat teh, yang berkhasiat untuk mengusir parasit, mengurangi perdarahan, kolik ginjal dan penyakit kuning.
Sekitar 20 biji pepaya mengandung protein yang sangat mudah dicerna, bisa dikunyah atau ditelan untuk menghilangkan sebagian besar parasit.
Sebuah studi dari Nigeria dan diterbitkan dalam Journal of Medicinal Food menemukan bahwa biji pepaya kering adalah pengobatan yang efektif murah, alami dan banyak tersedia untuk parasit usus manusia tanpa efek samping yang signifikan.
sumber :
www.detikhealth.com
Subscribe to:
Posts (Atom)