Wednesday, October 6, 2010

Berkah Punya Bokong dan Paha Besar

Punya bokong dan paha besar ternyata lebih banyak berkahnya ketimbang efek negatifnya. Kelebihan lemak di area tersebut tidak membahayakan tapi justru menguntungkan jantung.

Studi terbaru menunjukkan bahwa lemak di bagian bokong dan paha justru dapat mengurangi risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes.

Hal ini berdasarkan hasil studi yang dilakukan peneliti dari Mayo Clinic, di Rochester, Minnesota. Dalam studi ini, peneliti mempelajari 28 pria dan wanita yang banyak makan selama 8 minggu untuk melihat bagaimana kerja lemak di dalam tubuh partisipan-partisipan tersebut.

Peneliti mengukur lemak tubuh partisipan sebelum dan sesudah penelitian. Rata-rata partisipan memiliki lemak sekitar 2,5 kg di bagian tubuh atas seperti perut dan 1,5 kg lemak di tubuh bagian bawah seperti bokong dan paha.

Ternyata ada perbedaan antara sel-sel lemak yang terdapat di sekitar perut dan lemak yang ada di sekitar paha dan bokong.

Lemak dengan mudah menumpuk di daerah perut, tapi lemak tersebut tidak disintesis menjadi protein, sehingga akibatnya bisa membahayakan jantung dan organ internal lainnya.

Kebalikannya, lemak di bagian bokong dan paha justru banyak yang disintesis menjadi protein sehingga bisa melindungi tubuh dan mencegah berbagai penyakit.

"Dengan temuan ini, kami sedang mencari cara peningkatan kapasitas untuk memproduksi sel-sel lemak tubuh di bagian bawah, yaitu bagian bokong dan paha, agar bisa membentuk perlindungan tubuh dan membantu mencegah penyakit," tutur Dr Michael Jensen dari Mayoclinic, seperti dilansir dari Dailymail, Rabu (6/10/2010).

Dr Jensen menjelaskan bahwa mekanisme lemak di perut berbeda dengan lemak di tubuh bagian bawah. "Mekanisme yang berbeda tentunya akan memberikan dampak yang berbeda pula," jelas Dr Jensen lebih lanjut.

Temuan terbaru yang telah dipublikasikan pada Proceedings of the National Academy of Sciences ini bisa membantu menjelaskan manfaat dari tubuh berbentuk buah pir.

Ukuran pinggul bisa menjadi indikator yang baik untuk mengetahui adanya kemungkinan penyakit jantung dan penyakit lainnya, serta juga untuk mengatur berat badan yang sehat.

Studi lain yang dilakukan peneliti Denmark juga menunjukkan data bahwa 3.000 orang pria dan wanita dengan lingkar paha 23,6 inci (60 cm) memiliki risiko penyakit jantung lebih rendah.

Di masa depan, diharapkan ada obat yang dapat mempengaruhi bagaimana lemak disimpan ke seluruh tubuh dan bisa digunakan untuk memerangi penyakit jantung dan penyakit lainnya.

sumber detik.com, detikhealt.com

Friday, October 1, 2010

Kekebalan Tubuh Oke dengan 8 Nutrisi

Saat cuaca sedang tidak menentu atau tubuh terlalu capek, maka dibutuhkan asupan nutrisi yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga terhindar dari penyakit. Ini dia 8 rahasia yang dibutuhkan oleh tubuh agar tetap kebal.

Jika ada anggapan konsumsi satu apel setiap hari bisa membuat seseorang jauh dari dokter maka 8 makanan ini pun tidak kalah berkhasiatnya yang bisa membantu menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang.

Seperti dikutip dari Prevention, Jumat 1/10/2010) nutrisi berikut ini bisa melengkapi peningkatan sistem kekebalan tubuh, yaitu:

1. Yoghurt
Di dalam yoghurt terkandung probiotik, yaitu bakteri sehat yang menjaga usus sehingga saluran usus bebas dari kuman penyebab penyakit. Studi dari University of Vienna di Austria menemukan bahwa yogurt efektif dalam meningkatkan imunitas. Sebanyak 181 karyawan pabrik mengonsumsi probiotik Lactobacillus secara rutin selama 80 hari, diketahui dapat merangsang sel darah putih dan mengurangi jumlah hari sakit sebesar 33 persen.

2. Oat dan Barley
Dalam studi yang dilakukan oleh Swedia didapatkan bulir-bulir ini mengandung beta-glucan, yaitu sejenis serat dengan kemampuan antimikroba dan antioksidan yang lebih kuat. Diketahui pada manusia dapat meningkatkan imunitas, lebih cepat menyembuhkan luka dan membuat antibiotik bekerja lebih baik.

3. Bawang putih
Kandungan potensial dari bawang putih adalah bahan aktif allicin yang dapat melawan infeksi dan bakteri. Peneliti Inggris menuturkan orang yang rutin mengonsumsi bawang putih, maka kecil kemungkinannya terkena masuk angin. Studi lain menunjukkan pecinta bawang putih kemungkinan 30 persen lebih rendah terkena kanker kolorektal dan 50 persen lebih rendah terkena kanker perut.

4. Ikan
Selenium yang banyak terdapat dalam kerang, lobster, kepiting dan tiram dapat membantu sel darah putih memproduksi protein sitokin untuk membantu virus flu keluar dari tubuh. Sedangkan salmon, mackerel dan ikan haring yang kaya omega 3 dapat mengurangi peradangan, meningkatkan aliran udara, melindungi paru-paru dari flu dan infeksi pernapasan.

5. Sup ayam
Peneliti dari University of Nebraska menemukan bahwa sup ayam dapat menghambat terjadinya peradangan atau inflamasi. Hal ini karena asam amino sistein yang dibebaskan saat ayam dimasak menyerupai zat kimia asetilsistein. Sedangkan kaldu ayam yang ditambah rempah-rempah seperti bawang putih dan bawang bombay dapat meningkatkan keekbalan tubuh.

6. Teh
Studi Harvard menemukan orang yang minum 5 cangkir teh hitam selama 2 minggu lebih bisa melawan virus interferon dalam darah. Selain itu asama amino L-theanine yang bertanggung jawab meningkatkan kekebalan tubuh banyak terdapat di dalam teh hitam dan teh hijau.

7. Ubi jalar
Salah satu garis pelindung pertama pertahanan tubuh adalah kulit, untuk mendapatkan kulit yang sehat dan kuat dibutuhkan vitamin A. Vitamin A berperan dalam produksi jaringan ikat yaitu komponen kunci dari kulit. Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan vitamin A berasal dari makanan yang mengandung beta karoten (di dalam tubuh berubah menjadi vitamin A), seperti ubi jalar.

8. Jamur
Pakar herbal Douglas Schar DipPhyt, MCPP, MNIMH dari Institute of Herbal Medicine di Washington DC menuturkan bahwa jamur dapat meningkatkan produksi dan aktivitas sel-sel darah putih. Jika ada infeksi, maka dapat membuatnya lebih agresif. Jamur yang bisa dikonsumsi adalah shiitake, maitake dan jamur reishi.

Untuk bisa memberikan manfaat yang lebih dan kekebalan tubuh berjalan lancar, jangan lupa untuk tetap mengonsumsi berbagai buah dan sayuran berwarna warni serta mengonsumsi air putih yang cukup sekitar 8-10 gelas per hari.

sumber : detikhealt.com